23 April 2011

Fitnah Yang Paling Besar

Dalam Sahih Muslim ada sebuah Hadits yang berbunyi sbb: "Sejak terciptanya manusia hingga datangnya Hari Kiamat, tak ada fitnah lebih besar daripada fitnahnya Dajjal" (Misykat, hal. 472).

Kata-kata seperti itu, terdapat pula dalam kitab Hadits yang lain. Misalnya, dalam sebuah Hadits, Nabi SAW diriwayatkan bersabda sbb : "Wahai manusia ! Semenjak Allah menciptakan bani Adam, tak ada fitnah dimuka bumi yang lebih besar dari pada fitnahnya Dajjal" (Kanzul-'Ummal, jilid VII, halaman 2028).

Hadits-hadits tersebut membuktikan bahwa fitnahnya Dajjal itu tiada lain ialah merejalelanya Imperialis Eropa sekarang ini dan menangnya agama Nasrani. Kenyataan menunjukkan bahwa sejarah ummat manusia tak dapat mempertunjukkan fitnah lain yang besarnya seperti itu.

Memang dalam sejarah pernah terjadi suatu bangsa menundukkan bangsa lain dan menguasai aspek kehidupan mereka, tetapi contoh tentang penjajahan yang menyeluruh seperti yang kita saksikan sekarang ini berupa merajalelanya imperialis dan kebudayaan Eropa di seluruh dunia, belum pernah terjadi. Daratan dan lautan semuanya dikuasai oleh imperialis Eropa.

Demikian pula kita tak dapat menemukan persamaannya tentang cara-cara kaum imperialis Barat memperbudak bangsa-bangsa lain di dunia. Yang lebih istimewa lagi ialah bahwa mereka memiliki segala macam senjata yang dengan senjata itu, orang-orang dapat tersesat dari jalan benar dan jalan kesucian. Di sebelah sini, mereka mnyesatkan orang-orang melalui sistem pendidikan, dan di sebelah sana, mereka mencapai tujuan mereka melalui penyiaran agama; kadang-kadang untuk mencapai tujuan mereka, mereka melumpuhkan jiwa manusia dengan memberikan kepada mereka kemewahan dan kesenangan jasmani; dan kadang-kadang diberikan kepada mereka hiburan-hiburan yang dapat melupakan rohani mereka sama sekali.

Sering pula ilmu pengetahuan mereka digunakan untuk menghancurkan rohani ummat manusia. Pendek kata, di seluruh sejarah manusia, fitnahnya Dajjal tak ada taranya, dan sabda Nabi SAW bahwa tak ada fitnah yang lebih besar daripada fitnahnya Dajjal, ini terpenuhi berupa merajalelanya kaum imperialis Eropa, yang bukan saja membahayakan aspek kehidupan jasmani, melainkan pula membahayakan aspek kehidupan moral dan rohani.

Tempat Munculnya Dajjal

Agaknya menarik perhatian sekali bahwa menurut Hadits Tamim Dari, Dajjal bertinggal di sebuah pulau yang letaknya di sebelah Barat Syria, sedang tempat munculnya dikatakan oleh Hadits lain, berada di Timur. Lengkapnya, Hadits ini berburiyi sbb:

"Tidak! Ia (Dajjal) akan muncul disebelah Timur; tidak, ia akan muncul di sebelah Timur; tidak, ia akan muncul di sabelah Timur" (Kanzul-'Ummal jilid VII, halaman 2988).

Sebelum kami menerangkan perinciannya, marilah kita tinjau lebih dahulu lain-lain Hadits yang sama artinya, yakni bahwa Dajjal akan muncul di Timur. Salah satu Hadits berbunyi sbb :

"Nabi Muhammad SAW menunjuk hampir duapuluh kali ke arah Timur" (Kanzul-'Ummal, jilid VIl, halaman 2991 ).

Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim mengatakan: "Tidak ! Ia akan muncul di Timur" diikuti dengan kalimat: "Beliau menunjuk dengan tangannya ke arah Timur". Jadi jika di suatu Hadits dikatakan bahwa tempat tinggal Dajjal ialah sebuah pulau di Barat, tetapi di lain Hadits diterangkan bahwa tempad munculnya Dajjal, atau lebih tepat lagi, tempat munculnya fitnah Dajjal ialah di Timur.

Ini menunjukkan bahwa merajalelanya Dajjal akan membahayakan bangsa-bangsa di Timur. Adapun kenyataan yang tak dapat dibantah lagi, bahwa fitnahnya Dajjal tak akan menimpa bangsanya sendiri, bahkan mereka akan memperoleh keuntungan dari hasil perampokan di Timur. Jadi yang dimaksud munculnya Dajjal di Timur ialah merajalelanya fitnah Dajjal di negara-negara Timur dengan jalan memperbudak penduduknya, baik jasmani maupun rohani, lahiriyah maupun batiniyah.

Menurut apa yang diterangkan dalam Hadits, terang sekali bahwa pada zaman Nabi, Dajjal itu sudah ada, akan tetapi pada waktu itu tangan dan kakinya dirantai. Inilah gambaran yang sebenarnya bagi bangsa-bangsa Eropa pada waktu itu. Mereka mengurung diri dalam tanah air mereka sendiri, lalu pada suatu ketika, mereka mengalir ke seluruh dunia untuk menaklukkan dan menjajah negara-negara lain, sehingga mereka benar-benar menguasai, atau setidak-tidaknya memaksakan pengaruhnya terhadap negara-negara itu, sehingga gerak-gerik negara-negara itu dipimpin dan diawasi oleh bangsa-bangsa Eropa.

Itulah sebabnya mengapa di dalam Hadits diterangkan bahwa Dajjal mengaku Tuhan, karena segala sesuatu di dunia dikerjakan menurut perintah Dajjal, seakan-akan dialah yang menguasai dan menentukan nasib bangsa-bangsa lain. Inilah apa pula yang dimaksud oleh Hadits lain yang menerangkan bahwa Dajjal ialah yang menentukan hidup-matinya orang-orang. Dengan perkataan lain, Dajjal akan meninggikan dan merendahkan derajat bangsa-bangsa lain menurut apa yang dianggap sesuai dengan tujuannya.

Agama Dajjal

Ada sebuah Hadits yang menerangkan bahwa kaum Yahudi akan menyertai Dajjal. Dari Hadits ini orang menyangka bahwa Dajjal akan memeluk agama Yahudi. Akan tetapi Al-Qur'an menerangkan seterang-terangnya bahwa bangsa Dajjal mengakukan Allah mempunyai anak laki-laki. Oleh sebab itu tak ragu-ragu lagi bahwa bangsa Dajjal adalah bangsa Nasrani.

Kelak akan kami terangkan apakah yang dimaksud kaum Yahudi menyertai Dajjal. Bahkan kaum Yahudi akan menyertai Dajjal tidaklah berarti bahwa Dajjal adalah kaum Yahudi. Karena jika berarti demikian, bagaimanakah arti Hadits lain yang menerangkan bahwa sebagian ummat Nabi Muhammad akan mengikuti Dajjal dan menjadi korban tipu-muslihatnya. Adapun Hadits itu berbunyi sbb :

"Tujuh puluh ribu ummatku akan mengikuti Dajjal" (Misykat, ha1.477)

Sebagaimana telah kami terangkan, julukan Masihid-Dajjal itu menunjukkan, bahwa bangsa Dajjal akan mengaku sebagai pengikut Masih-'Isa. Hal ini diterangkan sejelas-jelasnya dalam Hadits Tamim Dari tersebut di atas. Isyarat supaya mengunjungi orang yang berada di dalam Gereja itu seperti yang diterangkan dalam Hadits Tamim Dari, adalah penting sekali artinya.

Sudah terang bahwa Gereja adalah simbul agama Nasrani, dan raksasa yang menyimbulkan ummat yang terdapat dalam Gereja itu tiada lain ialah ummat Nasrani. Adapun Jassasah (mata-mata Dajjal) hanya mempunyai satu tugas, yaitu, menganjurkan supaya orang-orang pergi ke Gereja, artinya, supaya menjadi orang Kristen. Berikut ini adalah ucapan Jassasah yang sebenarnya: "Gereja yang kamu lihat itu, masuklah ke dalam".

Tempat Tinggal Dajjal Pada Zaman Nabi

Sebuah Hadits menerangkan, bahwa pada suatu hari sehabis salat berjama'ah, Nabi Muhammad SAW menahan para Sahabat dan berkata sbb : "Tamim Dari, seorang Kristen yang memeluk Islam, ia menceritakan kepadaku tentang Dajjal, yang cocok dengan apa yang pernah aku ceritakan kepada kamu". Lalu beliau menceritakan ceritera Tamim Dari sbb :

"Pada suatu hari ia berlayar dengan beberapa orang dari kabilah Lakhm dan Judham. Setelah berlayar sebulan lamanya, mereka mendarat di sebuah pulau, dimana mereka berjumpa untuk pertama kali dengan seekor makhluk yang aneh, yang menamakan dirinya Jassassh (makna aslinya mata-mata). Jassasah memberitahukan kepada mereka tentang seorang laki-laki yang tinggal dalam Gereja. Kemudian mereka mengunjungi orang itu dalam Gereja, yang nampak seperti raksasa, yang tangannya diikat pada lehernya, dan kakinya diikat dengan rantai, dari lutut hingga mata-kaki. Mereka bercakap-cakap dengan orang ini, yang tiba-tiba ia bertanya kepada mereka tentang Nabi SAW, dan ia mengakhiri percakapannya dengan ucapan: 'Aku adalah Masihid Dajjal, dan aku berharap semoga aku segera dibebaskan, lalu aku dapat menjelajahi seluruh dunia, kecuali Makkah dan Madinah".

Satu hal yang sudah pasti ialah bahwa seluruh ceritera ini bukanlah kejadian biasa, melainkan sebuah visiun (ru'yah). Adapun bukti bahwa kejadian itu terjadi dalam ru'yah ialah adanya kenyataan bahwa Dajjal bertanya kepada mereka sbb: "Ceriterakanlah kepadaku tentang Nabi bangsa Ummi (bangsa Arab), apakah yang ia kerjakan".

Pertanyaan mereka dijawab sbb: "Beliau meninggalkan Makkah dan sampai di Madinah". Dalam Hadits lain, Dajjal diriwayatkan bertanya sbb: "Orang ini yang muncul di antara kamu, apakah yang ia kerjakan?" (Kanzul-Ummal jilid VII, hal 2024).

Bagaimana mungkin Dajjal tahu bahwa Nabi bangsa Arab telah muncul? Apakah Dajjal telah menerima wahyu? Sudah barang tentu tidak. Dan pula tak mungkin bahwa ini adalah perkara terkaan.

Kejadian-kejadian lain yang diceriterakan dalam Hadits ini, semuanya menguatkan pendapat bahwa ini terjadi dalam ru'yah. Misalnya, siapakah yang mengikat tangan Dajjal pada lehernya? Siapakah yang mengikat kakinya dengan rantai? Bolehkah kami mengira bahwa Dajjal dilahirkan dalam keadaan demikian? Mengapa jassasah tidak melepas rantai Dajjal? Segala persoalan yang rumit ini hanya dapat dipecahkan apabila kami menganggap ceritera ini berasal dari ru'yah Tamim Dari.

Segala sesuatu yang diketahui oleh Nabi Suci yang berhubungan dengan masalah ini juga berlandaskan ru'yah. Allah tak pernah membawa beliau ke sebuah pulau, dan menyuruh beliau melihat Dajjal dengan mata-kepala sendiri. Sebaliknya, hanya melalui ru'yah sajalah, beliau melihat sifat-sifat Dajjal. Beliau menyajikan ru'yah Tamim Dari ini, sekedar untuk memperkuat apa yang diketahui oleh beliau dalam ru'yah sebagaimana beliau menceriterakan juga impian para Sahabat lainnya. Hadits ini memberi petunjuk kepada kita, di mana tempat-tinggal Dajjal :

1. Ia bertinggal di sebuah pulau.
2. Letak pulau ini sejauh satu bulan pelayaran dari Syria.

Masih ada satu lagi yang orang dapat ketahui dari Hadits ini, yakni, bahwa pada zaman Nabi, Dajjal sudah ada, tetapi ia belum diizinkan keluar. Hal ini akan kami uraikan nanti dengan panjang-lebar.

Dua catatan tersebut di atas memberi petunjuk seterang-terangnya akan tempat-tinggal Dajjal. Sudah terang bahwa Eropa didiami pula oleh bangsa-bangsa lain, tetapi bangsa Inggris mempunyai kekuasaan dan kebesaran yang tak pernah jatuh di tangan bangsa lain di benua itu. Itulah sebabnya mengapa benua Barat disebutkan secara khusus sebagai tempat-tinggal Dajjal.

Menurut Al-Quran dan Hadis...kemenangan Gereja sama dengan Fitnah Dajjal?

Sebagaimana kami terangkan di muka, Al-Qur'an tak menyebutkan nama Dajjal secara khusus. Tetapi dalam Hadits sahih diterangkan bahwa barang siapa membaca surat al-Kahfi, ia akan diselamatkan dari fitnahnya Dajjal, padahal surat ini khusus membahas agama Nasrani dan ajarannya yang palsu. Terutama sekali sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari surat ini, khusus dibahas kepercayaan dan kegiatan bangsa-bangsa Kristen. Ini menunjukkan seterang-terangnya bahwa rnenurut Al-Qur'an, f'itnahnya Dajjal itu hanya sebutan lain saja bagi kemenangan agama Nasrani. Dengan perkataan lain, apa yang digambarkan dalam Hadits sebagai fitnahnya Dajjal itu tiada lain hanyalah kemenangan agama Nasrani.

Dengan suara bulat semua kitab Hadits mengumumkan bahwa fitnahnya Dajjal adalah fitnah yang paling besar, sampai-sampai kaum Muslimin diajarkan agar pada tiap-tiap shalat berdo'a kepada Allah untuk diselamatkan dari fitnahnya Dajjal: "Ya Allah, aku mohon perlindungan Dikau dari fitnahnya Masih ad-Dajjal". Selanjutnya diterangkan pula dalam Hadits bahwa setiap Nabi memperingatkan ummatnya terhadap fitnahnya Dajjal. Dalam Hadits dinyatakan seterang-terangnya sbb:

"Tak ada fitnah yang lebih besar daripada fitnahnya Dajjal, sejak terciptanya Adam hingga Hari Kiamat".

Semua kitab Hadits sama pendapatnya tentang hal ini, dan peringatan ini diulang berkali-kali dalam berbagai bentuk kalimat. Oleh karena itu timbullah pertanyaan, mengapa Al-Qur'an tak membicarakan peristiwa yang digambarkan dengan tegas oleh Nabi Muhammad SAW sebagai fitnah yang paling besar?

Sebelum kami menjawab pertanyaan ini, baiklah kami periksa labih dahulu sifat dua macam fitnah yang kaum Muslimin diperingatkan akan terjadi pada akhir zaman. Pertama tentang fitnahnya Ya'juj wa-Ma'juj, ini diuraikan seterang-terangnya, baik dalam Al-Qur'an maupun dalam Hadits; akan tetapi Al-Qur-an tak menerangkan tentang Dajjal, melainkan sebagai penggantinya, Al-Qur'an hanya menerangkan fitnah besar berupa ajaran Kristen tentang Ketuhanan nabi 'Isa. Dengan kata-kata yang tegas, Al-Qur'an mencela ajaran ini sebagai fitnah yang paling besar bagi manusia:

"Langit hampir-hampir pecah dan bumi membelah dan gunung-gunung runtuh berkeping-keping, karena mereka mengakukan seorang putra kepada Tuhan Yang Maha-pemurah" (19:90-91)

Selanjutnya Al-Qur'an menerangkan, bahwa ajaran semacam itu tak pernah diajarkan oleh nabi 'Isa. bahkan sebenarnya, ajaran itu bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh nabi 'Isa.

"Tatkala Allah berfirman: Wahai 'Isa anak Maryam, apakah engkau berkata kepada manusia ambillah aku dan ibuku sebagai Tuhan selain Allah ? la ('Isa) berkata: Maha suci Engkau, tak pantas bagiku mengatakan sesuatu yang aku tak berhak mengatakan itu… Aku tak berkata kepada mereka selain apa yang Engkau perintahkan kepadaku, yakni mengabdilah kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu" (5:116-117).

Jadi menurut Al-Qur'an, ajaran tentang Ketuhanan nabi 'Isa tak diajarkan oleh beliau, melainkan diajarkan oleh Anti-christ atau Dajjal. Walaupun Al-Qur'an tak menyebut-nyebut nama Dajjal, namun Al-Qur'an membicarakan ajaran Dajjal yang sesat berupa ajaran Kristen tentang Putra Allah.

Jika kami memperhatikan Hadits yang bersangkutan, inipun membenarkan apa yang tersebut di atas. Dalam hubungan ini, hal yang mula-pertama menarik perhatian kami ialah, bahwa Hadits yang menerangkan turunnya al-Masih, hampir semuanya memikulkan satu tugas kepada beliau, yakni "mematahkan kayu palang" (yaksirus-saliba).

Jarang sekali Hadits yang menerangkan, bahwa beliau ditugaskan untuk membunuh Dajjal. Hal ini memang aneh jika diingat bahwa menurut Hadits, fitnahnya Dajjal itu fitnah yang paling besar di dunia. Fitnah ini hanya akan disingkirkan oleh tangan Masih-Mau'ud. Akan tetapi pada waktu membicaraka turunnya al-Masih, Hadits hanya menerangkan bahwa tugas beliau yang paling besar ialah mematahkan kayu palang; ini menunjukkan seterang-terangnya bahwa mematahkan kayu palang adalah sama artinya dengan membunuh Dajjal.

Sungguh mengesankan sekali bahwa manakala Hadits menerangkan fitnah zaman akhir, maka fitnah yang paling besar adalah fitnahnya Dajjal; tetapi manakala Hadits menerangkan obat yang dapat memberantas fitnah itu, maka hanya disebut patahnya kayu palang. Mengingat bahwa tugas utama Masih-Mau'ud ialah mematahkan kayu palang, maka teranglah bahwa fitnahnya Dajjal dan merajalelanya agama Kristen adalah, dua sebutan belaka bagi satu idee yang sama.

Ya'Jud dan Ma' Jud Menurut Kitab Bible

Dalam kitab Bible, Ya'juj wa-Ma'juj diuraikan dengan kata-kata yang amat jelas, sehingga tak diragukan lagi siapa Ya'juj dan Ma'juj itu.
Dalam Kitab Yehezkiel 38:1-4, diterangkan sbb:

"Dan lagi datanglah firman Tuhan kepadaku, bunyinya: Hai anak Adam! Tujukkanlah mukamu kepada Juj dan tanah majuj, raja Rus, Masekh dan Tubal, dan bernubuatlah akan halnya. Katakanlah: Demikianlah firman Tuhan Hua. Bahwasanya Aku membalas kepadamu kelak, hai Juj, raja Rus, masekh dan Tubal. Dan kubawa akan dikau berkeliling dan kububuh kait pada rahangmu ... "

Di sini Juj diuraikan seterang-terangnya, dan Juj di sini adalah sama dengan Ya'juj dalam Al-Qur'an. Dia dikatakan sebagai raja Rusia, Moscow dan Tubal. Adapun Majuj (Ma'juj), hanya dikatakan "tanah Ma'juj".

Tiga nama yang disebutkan dalam kitab Bible ialah: Rus atau Rusia, Masekh atau Moscow, dan Tubal atau Tobolsk. Rusia adalah nama negara, sedangkan Omask dan Tubal adalah nama dua sungai di sebelah Utara pegunungan Kaukasus. Pada sungai Omask terletak kota Moscow, dan pada sungai Tubal terletak kota Tobolsk; dua-duanya merupakan kota Rusia yang termasyur. Mengingat terangnya gambaran ini, maka tak diragukan lagi siapa Ya'juj itu.

Jadi terang sekali bahwa Juj ialah Russia, tempat kediaman bangsa Slavia. Adapun Ma'juj adalah negara itu juga. Jadi di satu fihak, Juj dikatakan sebagai raja Rusia, di lain fihak, ia digambarkan mendiami tanah Majuj. Rusia terletak di Eropa. Penduduk Eropa terdiri dari dua pokok suku-bangsa, yaitu Slavia dan Teutonia. Bangsa Teutonia meliputi bangsa Britis dan bangsa Jerman. Ini menunjukkan seterang-terangnya bahwa Juj adalah nama bangsa-bangsa Eropa Timur (Slavia), sedangkan Majuj adalah nama bangsa-bangsa Eropa Barat, yaitu bangsa Teutonia.

Dan terang pula bahwa dua bangsa ini mula-mula sekali mendiami tanah yang sama. Boleh jadi, Juj dan Majuj adalah nama atau julukan nenek-moyang dua bangsa ini. Hal ini dibuktikan adanya kenyataan bahwa patung Ya'juj dan ma'juj itu sejak zaman dahulu sudah berdiri di depan Guildhall di London yang termasyur. Jika dua nama itu tak ada hubungannya dengan nenek-moyang bangsa-bangsa ini, mengapa patung mereka itu dipasang di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat ?

Berdasarkan keterangan tersebut dalam kitab Bible ditambah dengan bukti sejarah yang dilengkapi dengan dua patung di London, sudah dapat dipastikan bahwa Ya'juj wa-Ma'juj bukanlah nama khayalan, melainkan nama dua suku bangsa yang mendiami Benua Eropa, dan yang seluruhnya menutupi dataran Eropa. Menilik tanda-tanda yang terang tentang identitas bangsa-bangsa itu, maka apa yang diuraikan dalam Al-Qur'an bahwa Ya'juj wa-Ma'juj akan mengalir dari tiap-tiap tempat tinggi, ini tak dapat diartikan lain selain bahwa bangsa-bangsa Eropa akan menguasai seluruh muka bumi.

Bahkan kalimat "kulli hadabin" yang artinya tiap-tiap tempat tinggi ini menunjukkan, bahwa mereka bukan saja unggul dalam bidang fisik, melainkan pula dalam bidang intelektuil, sehingga bangsa-bangsa lain di dunia bukan saja diperbudak jasmaninya, melainkan pula rohaninya. Jadi, Al-Qur'an memberi gambaran yang nyata kepada kita tentang merajalelanya kekuasaan politik dan kebudayaan Eropa di seluruh dunia, dan runtuhnya ummat Islam pada akhir zaman; kenyataan ini memang aneh, tetapi ini membuktikan seterang-terangnya akan kebenaran Islam.

Dajjal tu orang atau pun bangsa??

Memang benar bahwa kebanyakan Hadits menggambarkan seakan-akan Dajjal itu orang yang bermata satu, yang di dahinya terdapat tulisan Arab yang terdiri dari huruf kaf, fa' dan ra' (atau kafara, artinya kafir), dan yang membawa keledai, sungai dan api. Tetapi jika Hadits-hadits itu kita cocokkan dengan uraian Al-Qur'an, maka akan nampak dengan jelas, bahwa Dajjal bukanlah nama orang, melainkan suatu bangsa, atau lebih tepat lagi, segolongan bangsa.

Dengan tegas Al-Qur'an mempersamakan Dajjal dengan bangsa-bangsa Kristen, dan lagi, Al-Qur'an menyatakan bahwa Dajjal dan Ya'juj wa-Ma'juj bukanlah dua jenis makhluk yang berlainan, karena fitnah yang ditimbulkan oleh mereka itu disebutkan bersama-sama.

Kami juga mempunyai bukti dari kitab Bible yang menerangkan, bahwa Ya'juj wa-Ma'juj adalah bangsa-bangsa Eropa. Dengan demikian teranglah bahwa Dajjal juga berarti bangsa. Sebagaimana telah kami terangkan di muka, fitnah Dajjal itu bersumber pada menangnya agama Kristen.

Ada sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang membuktikan bahwa Dajjal itu bukan orang melainkan bangsa, sebagaimana Roma dan Persi yang diuraikan dalam Hadits itu bukanlah tempat melainkan bangsa. Hadits itu berbunyi sbb:

"Rasulullah SAW bersabda: Kamu akan bertempur dengan Jazirah Arab, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu, lalu kamu akan bertempur dengan Persi, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu; lalu kamu akan bertampur dengan Roma, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu; lalu kamu akan bertempur dengan Dajjal, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu".

Di sini pertempuran dengan Dajjal diuraikan dengan kalimat yang sama seperti pertempuran dengan Arab, Persi dan Roma. Ini menunjukkan bahwa Dajjal adalah bangsa, seperti halnya Arab, Persi dan Roma. Boleh jadi yang diisyaratkan di sini ialah Perang Salib, tetapi mungkin pula mengisyaratkan peristiwa yang terjadi di dunia pada zaman sekarang. Namun satu hal sudah pasti, yakni bahwa menurut Hadits ini, Dajjal berarti bangsa atau segolongan bangsa; seperti halnya Persi atau Roma.

Tetapi masih saja harus dijelaskan, mengapa dalam Hadits dijelaskan seakan-akan Dajjal itu orang. Sebagaimana telah kami terangkan, semua ramalan Nabi Suci itu didasarkan pada ru'yah atau kasyaf (visiun), dan dalam ru'yah atau kasyaf, suatu bangsa hanya digambarkan sebagai orang-seorang. Sebenarnya, bangsa itu dikenal dari ciri-cirinya; dan dalam ru'yah, ciri-ciri ini hanya dapat diperlihatkan dalam bentuk orang-seorang. Bahkan dalam bahasa sehari-hari, bangsa itu diajak bicara bagaikan orang. Misalnya, Al-Qur'an mengajak bicara bangsa Israil, seakan-akan bangsa Israil itu orang. Bacalah misalnya, ayat Al-Qur'an berikut ini:

"Wahai kaum Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang Aku berikan kepada kamu, dan bahwa Aku memuliakan kamu di atas sekalian bangsa" (2:47).

Kaum Bani Israil yang diperingatkan di sini ialah mereka yang hidup pada zaman Nabi Muhammad SAW, tetapi peristiwa yang dimaksud ialah yang terjadi pada zaman nabi Musa, atau beberapa abad sesudah beliau. Kenikmatan yang teruraikan dalam ayat ini telah diberikan, kepada kaum Bani Israil zaman dahulu, tetapi ayat Al-Qur'an ini ditujukan kepada kaum Bani Israil zaman sekarang yang sedang dalam keadaan hina dan suram. Tetapi seluruh kaum Bani Israil ini dikatakan bagaikan satu orang.

Demikianlah seluruh bangsa Dajjal diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam ru'yah bagaikan satu orang, padahal Dajjal seperti yang digambarkan oleh Al-Qur'an menunjukkan bahwa Dajjal adalah segolongan bangsa yang ciri-ciri khasnya sudah dikenal.

Dajjal Menurut Al-Hadith

Ada beberapa masalah penting yang harus diingat sehubungan dengan gambaran Dajjal yang termuat dalam Al-Hadits. Yang pertama ialah bahwa ramalan Nabi Muhammad SAW tentang munculnya Dajjal itu didasarkan atas kasyaf (visiun). Sebuah Hadits sahih dari Nawas bin Sam'an mengenai Dajjal, yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidhi, terdapat kata-kata sbb:

"Seakan-akan ia (Dajjal) mirip dengan "Abdul-'Uzza". Kata seakan-akan ini terang sekali menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW menggambarkan keadaan yang beliau lihat dalam visiun (kasyaf); hal ini memberi keyakinan kepada kita bahwa ramalan beliau mengenai Dajjal itu berasal dari kasyaf atau ru'yah. Tetapi pada waktu menceritakan ramalan-ramalan itu, biasanya tak diterangkan bahwa kenyataan itu dilihat dalam kasyaf atau ru'yah.

Apa-apa yang dilihat dalam ru'yah (kasyaf) itu biasanya harus ditafsirkan. Al-Qur'an sendiri menceritakan beberapa impian, yang artinya berlainan sekali dengan arti kalimatnya. Misalnya, dalam mimpi Nabi Yusuf melihat matahari, bulan dan sebelas bintang bersujud kepada beliau. Tetapi arti impian ini yang sesungguhnya ialah bahwa Allah akan menaikkan derajat dan kedudukan beliau.

Selanjutnya dalam mimpi Raja melihat tujuh ekor sapi kurus menelan tujuh ekor sapi gemuk. Adapun artinya ialah simpanan gandum selama tujuh tahun musim baik akan habis dimakan dalam tujuh tahun musim kering.

Dalam Hadits juga diriwayatkan impian Nabi Muhammad yang artinya berlainan sekali dengan kejadian yang dilihat dalam mimpi. Misalnya, dua gelang yang beliau lihat dalam mimpi, artinya, dua nabi palsu; tangan panjang artinya dermawan. Selain itu, pada umumnya orang mengakui bahwa ramalan-ramalan itu dibungkus dengan kalam ibarat.

Oleh karena itu, apa yang nomor satu harus diingat sehubungan dengan ramalan-ramalan tentang Dajjal, ialah bahwa ramalan itu penuh dengan kalam ibarat. Selanjutnya, karena ramalan itu tak berhubungan dengan Hukum Syari'at, maka akan mengalami dua macam kesukaran.

Pertama, orang-orang yang menceritakan ramalan itu kurang begitu hati-hati terhadap penyimpanan sabda yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW mengenai masalah ini, seperti hati-hati mereka terhadap penyimpanan sabda beliau mengenai Hukum Syari'at.

Kedua, oleh karena tak ada alat untuk mengetahui arti yang sebenarnya dari ramalan itu, sebelum ini menjadi kenyataan, maka tak jarang terjadi bahwa ucapan Nabi Muhammad SAW itu keliru ditangkapnya, sehingga kesan yang keliru ini mengakibatkan adanya penambahan dan perubahan dalam Hadits itu.

Mengapa Al-Quran tak menyebut hal Dajjal?

Mungkin orang akan bertanya, jika sekiranya Dajjal dan Ya'juj wa-Ma'juj adalah dua sebutan yang berlainan untuk menamakan satu bangsa, mengapa Al-Qur'an anya menyebutkan nama Ya'juj wa-Ma'juj saja, dan tak sekali-kali menyebutkan nama Dajjal? Sebabnya ialah bahwa kata Dajjal, sebagaimana kami terangkan di atas, artinya "pembohong" atau "penipu", dan tak seorangpun suka disebut pembohong atau penipu, walaupun ia benar-benar seorang pembohong atau penipu yang ulung.

Sebaliknya, oleh karena Ya'juj wa-Ma'juj itu nama suatu bangsa, maka tak seorangpun akan merasa keberatan memakai nama itu. Bahkan sebenarnya, bangsa Inggris sendiri telah memasang patung Ya'juj wa-Ma'juj di depan Guildhall di London. Inilah sebabnya mengapa Al-Qur'an hanya menggunakan nama Ya'juj wa-Ma'juj, dan tak menggunakan nama Dajjal yang artinya pembohong. Sebaliknya, kitab-kitab Hadits menggunakan kata Dajjal, karena nama Dajjal atau Anti Christ, dan ramalan-ramalan yang berhubungan dengan ini, disebutkan dalam Kitab Suci yang sudah-sudah. Oleh karena itu, perlu sekali dijelaskan bagaimana terpenuhinya ramalan-ramalan itu.

Selain itu, kata Dajjal hanya menunjukkan satu aspek persoalan, yakni, kebohongan dan penipuan yang dilakukan oleh bangsa itu, baik mengenai urusan agama, maupun mengenai urusan duniawi. Akan tetapi terlepas dari sifat-sifatnya yang buruk, ada pula segi kebaikannya.

Dipandang dari segi duniawi, kesejahteraan materiil mereka harus dipandang sebagai segi kebaikan mereka. Itulah sebabnya mengapa dalam Hadits digambarkan, bahwa mata Dajjal yang hanya satu, yaitu mata duniawi; gemerlap bagaikan bintang. Al-Our'an juga menerangkan keahlian mereka dalam membuat barang-barang. Jadi julukan Dajjal hanyalah sebagian dari gambaran bangsa itu.

Dalam Al-Qur'an, bangsa-bangsa Kristen disebut "para penghuni Gua dan inskripsi" (18:9). Gambaran ini menggambarkan dua aspek sejarah agama Kristen. "Para penghuni Gua" merupakan gambaran yang tepat bagi kaum Kristen dalam permulaan sejarah mereka karena pada waktu itu ciri khas mereka yang paling menonjol ialah hidup dalam biara. Mereka meninggalkan sama sekali urusan duniawi untuk mengabdikan sepenuhnya dalam urusan agama. Dengan perkataan lain, mereka membuang dunia guna kepentingan agama.

Akan tetapi pada zaman akhir, mereka digambarkan sebagai "Bangsa Inskripsi (ar-raqimi)". Kata raqmun artinya barang yang ditulis. Kata ini khusus digunakan bagi harga yang ditulis pada barang-barang dagangan, seperti pakaian dan sebagainya. Gambaran ini mengandung arti penyerapan mereka yang amat dalam, dalam urusan duniawi, fakta ini diuraikan dalam Al-Qur'an sbb: "Orang-orang yang usahanya menderita rugi dalam kehidupan dunia ini" (18:104).

Jadi, bangsa Kristen yang pada permulaan sejarah mereka membuang dunia untuk kepentingan agama, tetapi pada zaman akhir, mereka membuang agama untuk kepentingan dunia; oleh sebab itu, mereka dikatakan dalam Al-Qur'an sebagai "salah satu pertanda Kami yang mengagumkan" (18:9). Sabda Al-Qur'an tersebut di atas adalah gambaran yang tepat tentang kecondongan mereka kepada kebendaan. Oleh karena dalam urusan duniawi, mereka lebih maju dari bangsa-bangsa lain, maka bangsa lain itu mengikuti mereka secara membuta-tuli, karena terpikat oleh keuntungan-keuntungan duniawi yang dijamin oleh mereka.

Jadi, bangsa-bangsa Kristen menyesatkan bangsa-bangsa lain di dunia, bukan saja dengan pengertian yang salah tentang Putra Allah dan Penebusan dosa, melainkan pula dengan cita-cita mengejar-ngejar kebendaan secara membuta-tuli, dengan mengabaikan sama sekali nilai-nilai hidup yang lebih tinggi. Oleh karena itu, dalam Hadits, mereka diberi nama Dajjal, atau penipu ulung.

Dajjal

Dajjal disebutkan berulang-ulang dalam Hadits, sedangkan Ya'juj wa-Ma'juj bukan saja disebutkan dalam Hadits, melainkan pula dalam Al-Qur'an. Dan kemunculannya yang kedua kalinya ini dihubungkan dengan turunnya Al-Masih.

Kata Dajjal berasal dari kata dajala, artinya, menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul-'Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat, ia disebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan. Pendapat lainnya mengatakan, karena ia menutupi bumi dengan bilangannya yang besar. Pendapat ketiga mengatakan, karena ia menutupi manusia dengan kekafiran. Keempat, karena ia tersebar dan menutupi seluruh muka bumi.

Pendapat lain mengatakan, bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang dagangannya ke seluruh dunia, artinya, menutupi dunia dengan barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa ia dijuluki Dajjal karena mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya, artinya, ia menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu.

Kata Ya'juj dan Ma juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf'ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra'a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang tertera dalam kamus Lisanul-'Arab. Ya'juj wa-Ma'juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan.


Kata Dajjal tak tertera dalam Al-Qur'an, tetapi dalam Hadits sahih diterangkan, bahwa sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari surat al-Kahfi melindungi orang dari fitnahnya Dajjal, jadi menurut Hadits ini, Al-Quran memberi isyarat siapakah Dajjal itu. Mengenai hal ini diterangkan dalam Kitab Hadits yang amat sahih sebagai berikut:

"Barang siapa hapal sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari
(fitnahnya) Dajjal."

"Barang siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari (fitnahnya) Dajjal."

Boleh jadi, dalam menyebut sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir, itu yang dituju ialah seluruh surat Al-Kahfi yang melukiskan ancaman Nasrani yang beraspek dua, yang satu bersifat keagamaan, dan yang lain bersifat keduniaan. Bacalah sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi, anda akan melihat seterang-terangnya bahwa yang dibicarakan dalam dua tempat itu adalah ummat Nasrani.

Mula-mula diuraikan aspek keagamaan, yang dalam waktu itu Nabi Muhammad dikatakan sebagai orang yang memberi peringatan umum kepada sekalian manusia (ayat 2), lalu dikatakan sebagai orang yang memberi peringatan khusus kepada ummat Nasrani (ayat 4), yaitu ummat yang berkata bahwa Allah memungut Anak laki-laki. Demikianlah bunyinya:

"Segala puji kepunyaan Allah Yang menurunkan Kitab kepada hamba-Nya ..., ... agar ia memberi peringatan tentang siksaan yang dahsyat dari Dia… dan ia memperingatkan orang-orang yang berkata bahwa Allah memungut anak laki-laki." (18:1-4).

Terang sekali bahwa yang dituju oleh ayat tersebut ialah ummat Nasrani, yang ajaran pokok agamanya ialah Tuhan mempunyai Anak laki-laki. Dalam sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi diuraikan seterang-terangnya, bahwa ummat Nasrani mencapai hasil gemilang di lapangan duniawi. Demikianlah bunyinya :

"Apakah orang-orang kafir mengira bahwa mereka dapat mengambil hamba-Ku sebagai pelindung selain Aku?… Katakan Apakah Kami beritahukan kepada kamu orang-orang yang paling rugi perbuatannya? (Yaitu) orang yang tersesat jalannya dalam kehidupan dunia, dan mereka mengira bahwa mereka adalah orang yang mempunyai keahlian dalam membuat barang-barang." (18: 102-104).

Ini adalah gambaran tentang bangsa-bangsa Barat yang diramalkan dengan kata-kata yang jelas. Membuat barang adalah keahlian dan kebanggaan ummat Nasrani, dan ciri-khas inilah yang dituju oleh ayat tersebut. Mereka berlomba-lomba membuat barang-barang, dan mereka begitu sibuk datam urusan ini, sehingga penglihatan mereka akan nilai-nilai kehidupan yang tinggi, menjadi kabur sama sekali. Membuat barang-barang, sekali lagi membuat barang-barang, adalah satu-satunya tujuan hidup mereka di dunia. Jadi, sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir surat Al-Kahfi menerangkan dengan jelas bahayanya ajaran Kristen tentang Putra Allah, dan tentang kegiatan bangsa-bangsa Kristen di lapangan kebendaan, dan inilah yang dimaksud dengan fitnahnya Dajjal.

Ya'juj wa-Ma'juj diuraikan dua kali dalam Al-Quran. Yang pertama diuraikan dalam surat al-Kahfi, sehubungan dengan uraian tentang gambaran Dajjal. Menjelang berakhimya surat al-Kahfi, diuraikan tentang perjalanan Raja Dhul-Qarnain* ke berbagai jurusan untuk memperkuat tapal-batas kerajaannya.

Ternyata bahwa menurut sejarah, raja ini ialah raja Persi yang bernama Darius I. Diterangkan dalam surat tersebut, bahwa perjalanan beliau yang pertama, berakhir di laut Hitam. "Sampai tatkala ia mencapai ujung yang paling Barat, ia menjumpai matahari terbenam dalam sumber yang berlumpur hitam." (18:86). Ternyata bahwa yang dimaksud sumber yang berlumpur hitam ialah Laut Hitam.

Selanjutnya diuraikan dalam surat tersebut, kisah perjalanan beliau ke Timur "Sampai tatkala ia mencapai tempat terbitnya matahari, ia menjumpai matahari terbit di atas kaum yang tak Kami beri perlindungan dari (matahari) itu" (18:90). Selanjutnya diuraikan tentang perjalanan beliau ke Utara. "Sampai tatkala ia mencapai (suatu tempat) diantara dua bukit" (18:93).

Yang dimaksud dua bukit ialah pegunungan Armenia dan Azarbaijan. Dalam perjalanan ke Utara ini, raja Dhul-Qarnain berjumpa dengan suatu kaum yang berlainan bahasanya, artinya, mereka tak mengerti bahasa Persi. Kaum ini mengajukan permohonan kepada raja Dhul-Oarnain sbb: "Wahai Dhul-Qarnain! Sesungguhnya Ya'juj wa-Ma'juj itu membuat kerusakan di bumi. Bolehkah kami membayar upeti kepada engkau, dengan syarat sukalah engkau membangun sebuah rintangan antara kami dan mereka" (18:94).

Selanjutnya Al-Qur'an menerangkan, bahwa raja Dhul-Qarnain benar-benar membangun sebuah tembok** dan sehubungan dengan itu, Al-Qur'an menyebut-nyebut besi dan tembaga sebagai bahan untuk membangun pintu gerbang:

"Berilah aku tumpukan besi, sampai tatkala (besi) itu memenuhi ruangan di antara dua bukit, ia berkata: 'Bawalah kemari cairan tembaga yang akan kutuangkan di atasnya' (18:96). Dalam ayat 97 diterangkan, bahwa tatkala tembok itu selesai, mereka (Ya'juj wa-Ma'juj) tak dapat menaiki itu, dan tak dapat pula melobangi itu. Dalam ayat 98, raja Dhul-Qarnain menerangkan, bahwa bagaimanapun kuatnya, tembok ini hanya akan berfaedah sampai jangka waktu tertentu, dan akhirnya tembok ini akan runtuh. Lalu kita akan dihadapkan kepada peristiwa yang lain. "Dan pada hari itu, Kami akan membiarkan sebagian mereka (Ya'juj wa-Ma'juj) bertempur melawan sebagian yang lain" (18:99).

*[Kata Dhul-Qarnain makna aslinya "mempunyai dua tanduk", tetapi dapat berarti pula "orang yang memerintah dua generasi", atau, "orang yang memerintah dua kerajaan. Makna terakhir ini diberikan oleh musafir besar Ibnu Jarir. Dalam kitab perjanjian lama, Kitab Nabi Daniel, terdapat uraian tentang impian nabi Daniel, dimana ia melihat seekor domba bertanduk dua. Impian itu ditafsirkan dalam al-Kitab dengan kata-kata sebagai berikut: "Adapun domba jantan, yang telah kau lihat dengan tanduk dua pucuk, yaitu raja Media dan Persi, (Daniel 8:20). Diantara raja Media dan Persi, yang paling cocok dengan gambaran Al-Quran, ialah raja Darius I (521-485 sebelum Kristus).

Jewish Encyclopaedia menerangkan sbb : "Darius adalah negarawan yang ulung. Peperangan yang beliau lakukan hanyalah dimaksud untuk membulatkan tapal-batas kerajaannya, yaitu di Armenia, Kaukasus, India, sepanjang gurun Turania dan dataran tinggi Asia Tengah". Pendapat ini dikuatkan oleh Encyclopaedia Britannica sbb: "Tulisan yang diukir dalam batu menerangkan bahwa raja Darius adalah pemeluk agama Zaratustra yang setia. Tetapi beliau juga seorang negarawan yang besar. Pertempuran yang beliau lakukan, hanyalah untuk memperoleh tapal-batas alam yang kuat bagi kerajaannya, demikian pula untuk menaklukkan suku bangsa biadab di daerah perbatasan. Jadi, raja Darius menaklukkan bangsa biadabdi pegunungan Pontic dan Atmenia,dan meluaskan kerajaan Persia sampai Kaukasus"].

[Rintangan atau tembok yang diuraikan disini ialah tembok yang termasyur di Derbent (atau Darband) yang terletak di pantai Laut Kaspi. Dalam kitab Marasidil - Ittila', kitab ilmu-bumi yang termasyur, terdapat uraian tentang hal itu. Demikian pula dalam kitabnya lbnu at-Faqih. Encyclopaedia Biblica menjelaskan tembok itu sbb :.Derbent atau Darband adalah sebuah kota kerajaan Persi di Kaukasus, termasuk propinsi Daghistan, di pantai Barat laut Kaspi… Di ujung sebelah Selatan, terletak Tembok Kaukasus yang menjulang ke laut, yang panjangnnya 50 mil, yang disebut Tembok Alexander…Tembok ini seluruhnya mempunyai ketinggian 29 kaki, dan tebal ± 10 kaki; dan dengan pintu gerbangnya yang dibuat dari besi, dan berpuluh-puluh menara-pengintai, merupakan pertahanan tapal-batas kerajaan Persi yang kuat].


Segera setelah Al-Qur'an menerangkan pertempuran satu sama lain antara Ya'juj wa-Ma'juj, ayat 102 menerangkan persoalan Dajjal. "Apakah orang-orang kafir mengira bahwa mereka dapat mengambil hamba-hamba-Ku sebagai pelindung di luar Aku?" (18:102). Ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an mempersamakan Dajjal dengan Ya'juj wa-Ma'juj. Mereka diberi nama yang berlainan karena mempunyai dua fungsi yang berlainan.

Adapun mengenai identitas Ya'juj wa-Ma'juj para mufassir tak sama pendapatnya. Ibnu Katsir berkata, bahwa Ya'juj wa-Ma'juj adalah keturunan Adam, dan pendapat ini dikuatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim. Menurut kitab Ruhul-Ma'ani, Ya'juj waMa'juj adalah dua kabilah keturunan Yafits bin Nuh, yang bangsa Turki adalah sebagian dari mereka; mereka disebut Turki, karena mereka turiku (ditinggalkan) di sebelah sananya tembok. Selain itu, menurut uraian Al-Qur'an, terang sekali bahwa mereka adalah sebangsa manusia, yang untuk menghalang-halangi serbuan mereka, terpaksa dibangun sebuah tembok.

Adapun yang kedua, Ya'juj wa-Ma'juj diuraikan dalam Al-Qur'an sbb : "Sampai tatkala Ya'juj wa-Ma'juj dilepas, mereka akan mengalir dari tiap-tiap tempat tinggi" (20:96). Ternyata bahwa yang dimaksud dengan kalimat "mengalir dari tiap-tiap tempat yang tinggi" ialah bahwa mereka akan menguasai seluruh dunia. Menilik cara Al-Qur'an menerangkan Ya'juj wa-Ma'juj dalam dua tempat tersebut, terang sekali bahwa akan tiba saatnya Ya'juj wa-Ma'juj mengalahkan sekalian bangsa di dunia. Dan terang pula bahwa pada waktu Al-Qur'an diturunkan, Ya'juj wa-Ma'juj sudah ada, tetapi gerak-gerik mereka masih tetap terkekang sampai saat tertentu, yang sesudah itu, mereka akan terlepas untuk menguasai seluruh dunia.

Ingatlah Nasihat Ini..

Sesungguhnya jalan keselamatan hanyalah satu, iaitu jalan Allah yang lurus. Yang telah Allah sebutkan dalam firman-Nya:

“Dan bahawa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), kerana jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.” (Al-An'am: 153)

Telah dinukil dari sebuah hadits shahih bahawa suatu ketika Rasulullah s.a.w. menarik sebuah garis lurus, lalu menarik garis-garis ke kanan dan ke kiri dari garis yang lurus itu. Kemudian beliau bersabda:

"Inilah (garis lurus) jalan Allah, sementara garis-garis ke kanan dan ke kiri itu adalah jalan-jalan syaitan", kemudian beliau membaca ayat: "Dan bahawa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), kerana jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya." (HR. Ahmad dan Ad-Darimi)

Sebahagian ulama mencontohkannya dengan pelepah kurma yang menjulur hingga ke tanah. Sekiranya seekor serangga merayap naik melalui batangnya, niscaya ia akan sampai ke atas dan dapat menikmati buah kurma yang diinginkannya, artinya ia telah selamat sampai ke tujuan. Lain ceritanya jika ia naik melalui pelepah daun kurma yang menjulur ke kanan dan ke kiri itu, baru saja ia mencuba merayap naik pasti sudah terjatuh. Batang itulah jalan Allah, sementara pelepah daun kurma itu adalah jalan-jalan syaitan. Jalan Allah yang merupakan shiratul mustaqim sangat jelas terlihat.

Sekarang ini kita berada pada zaman serba asing, sebagaimana yang disebutkan Rasulullah s.a.w. dalam sebuah hadits: "Dienul Islam itu pada mulanya asing dan akan kembali menjadi asing sebagaimana pada awalnya, maka Thuubaa (kebahagian/Surga bernama thuu-baa) bagi para ghuraba'." (HR. Muslim)

Ada beberapa riwayat lainnya yang menjelaskan pengertian ghuraba' sebagai berikut: "Mereka adalah orang-orang yang memelihara agamanya dari fitnah-fitnah. "Setiap kali fitnah datang menimpa harta, diri dan agamanya, ia akan menjauh menyelamatkan diri. Hingga agamanya tetap terjaga. Sebagaimana disebutkan Rasulullah s.a.w. dalam sebuah hadits:

"Pada akhir zaman nanti sebaik-baik harta kamu adalah kambing-kambing yang digembalakannya di puncak-puncak bukit dan tempat-tempat penggembalaan, menjauhkan diri dari fitnah-fitnah demi menjaga agamanya."

Orang-orang yang menjaga nilai-nilai agamanya merekalah yang disebut ghuraba', dan merekalah yang mendapat doa dari Rasulullah s.a.w.: "Berbahagialah para ghuraba'!"

Seorang muslim hanya selamat dengan memegang teguh nilai-nilai agamanya, ia harus mendahulukannya daripada yang lain. Seperti yang disebutkan dalam hadits: "Apabila datang cubaan/fitnah menimpamu, maka korbankan hartamu. Jika tidak dapat diatasi dengan harta, maka korbankanlah dirimu. Jangan sekali-kali kamu korbankan agamamu!"

Camkanlah nasihat tersebut, kami berharap semoga setiap muslim dapat mengembannya dengan sebaik-baiknya. Kita memohon kepada Allah semoga Dia mengajarkan kita ilmu yang bermanfaat, dan menjadikan kita orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Kita berlindung kepada-Nya dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', doa yang tidak dikabulkan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menunjukkan kebenaran kepada kita dan memberikan kekuatan bagi kita untuk mengikutinya. Dan menampakkan kebatilan kepada kita serta memberikan petunjuk kepada kita untuk menjauhinya. Tidak menjadikannya samar sehingga kita tersesat. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semoga Dia mengokohkan agama ini yang merupakan pelindung segala urusan kita, dan menghindarkan kita dari fitnah-fitnah yang nyata mahupun terselebung. Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Shalawat dan salam semoga tercurah atas junjungan kita Muhammad s.a.w., atas keluarga dan segenap sahabat beliau.

Bagaimana Solusinya?

Banyak sekali jalan keluar dari fitnah dan kemungkaran yang menghadang kaum muslimin pada zaman ini yang tidak mungkin disebutkan satu per satu di sini. Namun kita akan sebutkan satu di antaranya, yang merupakan solusi utama dan asas dalam menanggulanginya. Siapa saja yang menemui jalan ini ia pasti termasuk orang-orang yang selamat dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Jalan itu adalah menuntut ilmu!

Ilmu merupakan jalan keselamatan dari fitnah-fitnah tersebut. Iaitu ilmu yang benar sebagai faktor utama penjamin keselamatannya dari fitnah. Setiap orang yang mendapat kurnia ilmu maka ia berada di bawah naungan cahaya terang yang berfungsi sebagai alat untuk mengetahui cara selamat dari kebinasaan.

Ilmu yang dimaksud di sini adalah ma'rifatullah (mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan dalil-dalil), memahami syariat-Nya, hak-hak-Nya, hukum-hukum-Nya, janji-janji serta ancaman siksa-Nya. Pertama kali camkanlah bahawa engkau adalah hamba Allah. Engkau tidak diciptakan-Nya secara sia-sia. Ketahuilah bahawa Dialah Rabb yang telah menciptakan engkau, dan Dialah yang mengatur engkau. Renungilah hal itu dengan melihat tanda-tanda kebesaran-Nya baik yang tersirat mahupun yang tersurat. Yakinilah bahawa Dialah Allah yang mengatur dan memiliki engkau, yang telah mencurahkan nikmat-nikmat-Nya yang tiada terhingga kepada engkau.

Dan ketahuilah bahawa engkau hanyalah seorang makhluk. Milik Sang Pencipta dan Pemberi rezeki. Engkau sangat memerlukan-Nya setiap saat. Dan engkau telah menikmati nikmat-nikmat-Nya yang terus mengalir tanpa henti.

Lalu sedarilah bahawa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah membebani engkau, iaitu dengan perintah dan larangan-Nya. Dia memerintahkan dan mewajibkan engkau beribadah serta melarang dan memperingatkan engkau dari perkara haram supaya dijauhi. Perkara-perkara di atas wajib engkau ketahui. Pelajari dan tekunilah kerana hal itu tidaklah sulit, bacalah Al-Qur'an dan kitab-kitab As-Sunnah seperti Shahih Al-Bukhari, Muslim dan lainnya. Di sana pasti engkau dapati pelipur lara dan ubat yang manjur untuk setiap penyakit. Di sana juga engkau dapati kewajipan-kewajipan ibadah seperti shalat, thaharah (bersuci), dan rukun-rukun Islam lainnya. Di dalamnya juga terdapat keterangan bahawa Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan perkara-perkara mubah yang boleh kita nikmati untuk menyambung hidup, dan juga menjelaskan perkara-perkara haram dan sejenisnya.

Jika hal itu sudah engkau fahami, maka selanjutnya ketahuilah bahawa di sana ada pahala dan siksa. Iaitu bilamana seorang hamba menjaga kewajipan-kewajipan ibadah itu, niscaya Allah akan memberinya pahala. Demikian pula bila ia menjauhi perkara haram semata-mata melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala, ia akan diberi oleh-Nya pahala yang besar. Dan sedarilah bahawa jika ia melakukan perkara haram itu atau menganggapnya remeh (menganggapnya hal biasa sehingga dilanggarnya), niscaya Allah akan menyiksanya. Apabila ia meninggalkan kewajipan, maka Allah akan menyiksanya kerana itu. Dan siksaan itu ada yang disegerakan ada pula yang ditangguhkan, sebagaimana juga halnya pahala.

Bilamana semua itu telah engkau resapi, apakah engkau masih berbuat durhaka kepada Allah? Apakah engkau masih boleh terkicuh lantas berbuat maksiat? Maka dari itu, pelajarilah aqidah yang benar agar engkau tidak tertipu oleh juru-juru dakwah yang sesat, para ahli bid'ah, mu'tazilah dan lainnya. Ketahuilah bahawa aqidahmu akan senatiasa betul selama engkau mempelajari aqidah Ahlus Sunnah dan berpegang teguh dengannya. Selanjutnya setelah engkau mengetahui perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta'ala, pahala dan siksa-Nya, janganlah sekali-kali engkau terima ajakan yang membuatmu malas beribadah dan menjerumuskanmu ke dalam perbuatan haram. Anggaplah orang yang mengajak itu sebagai juru-juru kesasatan dan fitnah, yang merupakan cubaan Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap orang-orang jahil.

Mengetahui perkara-perkara tersebut merupakan asas dalam meraih keselamatan. Demikianlah terapi yang sangat gampang dan mudah. Dan alhamdulillah, di negara kita ini sarana dan prasarana menuntut ilmu mudah didapatkan. Sarana-sarana itu sebagai berikut:

Majlis-majlis ilmu

Banyak sekali majlis-majlis ilmu yang diasuh oleh para alim ulama, mereka membacakan kitab-kitab ilmu di sela-sela waktu kosong. Engkau dapat mempelajari aqidah, hukum, nasihat-nasihat dan ilmu-ilmu lainnya. Jangan terlalu terpaku dengan pelajaranmu di sekolah atau madrasah yang hanya diperoleh dari guru saja. Kerana pada umumnya mereka juga tidak memberikan porsi material pelajaran yang memadai.

Rajin bertanya

Banyak sekali ulama-ulama yang dapat engkau hubungi melalui telepon ataupun bertatap muka langsung, supaya engkau dapat memetik ilmu yang bermanfaat dan benar melalui mereka.

Buku-buku yang bermanfat

Banyak sekali buku-buku karangan ahli ilmu yang telah dicetak dan direvisi. Sehingga terjaga keakuratan dan kevalidan penisbatan buku-buku itu kepada penulis aslinya. Mereka adalah ulama pewaris nabi yang dapat dipegang ucapannya. Sandaran mereka adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah. Engkau dapat memiliki buku-buku tersebut dan dapat engkau baca dan telaah. Dan pergunakanlah kitab-kitab syarah yang dapat dipercaya dan steril dari bid'ah-bid'ah untuk membantu memahaminya. Dengan demikian aqidah dan ilmu yang kamu miliki dapat terjaga dan tidak ternodai.

Janganlah engkau campur adukkan ilmu yang benar dengan ilmu yang menyimpang. Sebab di sana banyak sekali beredar buku-buku ahli bid'ah, seperti buku-buku Syi'ah Rafidhah, Al-Asy'ariyah, Mu'tazilah dan lain-lain. Buku-buku tersebut ciri-cirinya sangat jelas, cukup engkau kenali penulisnya, apakah ia seorang syi'i rafidhi (penganut fahaman Syi'ah Rafidhah), atau seorang mu'tazili, asy'ari atau yang lainnya. Jauhilah buku-buku mereka dan jangan sekali-kali engkau membacanya. Jika engkau tidak mengetahui buku yang harus dibaca, tanyakanlah kepada para ulama, buku apa saja yang harus dibaca dan buku apa saja yang harus dijauhi. Semoga engkau menjadi seorang yang alim tentang Dienullah, insya Allah. Dengan jalur ilmu itulah engkau akan selamat dari segala fitnah dan kehancuran.

Jenis-Jenis Fitnah

Jenis Pertama: Ajakan Kepada Syirik, Kekufuran, Kesesatan dan Penyebar Aqidah Menyimpang
Jenis Kedua: Ajakan Kepada Maksiat dan Dosa yang Besar Mahupun Kecil



Hendaknya setiap muslim harus mengetahui jenis-jenis fitnah, agar ia dapat berjalan di atas ilmu dan keterangan yang nyata, dan hingga ia tidak terkicuh, terutama bagi para pemuda. Sebab jika Allah tidak memberinya akal yang cemerlang dan sikap santun serta pemahaman dan pengetahuan yang cukup mengenai fitnah ini, niscaya banyak di antara mereka yang terkicuh dengan tipu daya syaitan. Dengan mudah ia akan mengikuti setiap ajakan syaitan. Maka dari itu, kita harus menyebutkan beberapa bentuk dan beberapa jenis fitnah pada zaman sekarang ini. Sebagaimana yang dimaklumi bersama, bahawa juru fitnah (kesesatan) tidak terang-terangan mengajak orang kepadanya. Namun ia mengajak melalui corong-corongnya, para penyebar dan para penyeru kepadanya. Merekalah yang disebut sebagai da'i-da'i penyebar kesesatan.

Fitnah ada dua jenis:

Pertama: Penyeru kepada syirik, kekufuran, kesesatan dan penyebar aqidah menyimpang.
Kedua: Penyeru kepada perbuatan dosa dan maksiat, baik dosa besar mahupun dosa kecil.

Akan kita sebutkan satu per satu dengan ringkas dan gamblang supaya menjadi peringatan dan penjelasan. Sebab sangat disayangkan sekali risalah sederhana ini tidak cukup memuat seluruhnya.


Jenis Pertama: Ajakan Kepada Syirik, Kekufuran, Kesesatan dan Penyebar Aqidah Menyimpang

Sesungguhnya merupakan fitnah zaman sekarang adalah merebaknya ajakan kepada perbuatan syirik, kufur dan sesat serta menyebarnya aqidah-aqidah yang menyimpang di mana-mana. Sudah barang tentu Allah telah meletakkan fitrah pada diri manusia untuk mengenal-Nya. Dan untuk mengakui-Nya sebagai Rabb dan ilaah (sesembahan). Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya:

“(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Ar-Rum: 30)

Rasulullah s.a.w. juga telah menegaskan hal itu dalam sabdanya: "Setiap bayi terlahir dalam keadaan fitrah (muslim muwahhid), namun kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi. Sebagaimana seekor haiwan melahirkan anaknya dalam keadaan sempurna, adakah kamu dapati cacat padanya." (Muttafaq 'alaih)

Dalam hadits ini Rasulullah s.a.w. menjelaskan bahawa seorang insan lahir ke dunia dalam keadaan yang sempurna, siap menerima kebaikan. Sekiranya ia dibiarkan begitu saja, niscaya ia dapat mengenali Rabbnya. Ia akan mengetahui apa yang diperintahkan kepadanya, serta menyedari bahawa ia tidak dibiarkan begitu saja. Ia dibebani tanggungjawab dan kewajipan. Akan tetapi di sekitarnya ada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Ada yang baik, yang akan menghidupkan fitrah dan nalurinya. Dan ada yang buruk, yang membelokkannya dari aqidah yang benar, hingga terjerumus dalam aqidah-aqidah sesat. Faktor berpengaruh tersebut boleh jadi dari orang tuanya sendiri dan boleh jadi dari guru atau orang lain.

Fitnah semacam ini bergerak mengajak orang kepada kesesatan dan kemaksiatan. Dengan ajakan seperti ini dan dengan metode yang penuh tipu daya tersebarlah berbagai macam kemaksiatan secara automatik semakin banyak pula orang-orang yang mempromosikannya. Cuba lihat, betapa banyak penyeru kepada kekufuran, kebatilan dan kesesatan.

Tidak syak lagi, bahawasanya siapa saja yang menggandrungi sebuah keyakinan, menyenanginya dan merasa puas dengannya, pasti senang bila keyakinan seperti itu semakin banyak penganutnya dan tersebar luas. Ia akan segera menawarkan keyakinan itu kepada orang lain dan berusaha agar orang lain menyukainya dan memandangnya bagus. Tanpa ambil peduli dengan kesalahan dan kesesatan yang ada padanya. Sebagai contoh, kita meyakini kesesatan kaum Nasrani, Yahudi dan Majusi, siapa saja yang mempelajari dan mengetahui keyakinan mereka pasti yakin bahawa mereka jauh dari kebenaran. Walaupun begitu mereka meyakini bahawa mereka berada di atas kebenaran. Oleh sebab itu mereka berusaha sekuat tenaga menyebarkan keyakinan mereka melalui berbagai media. Dan menyebarkan juru-juru dakwah yang mereka namakan missionaris, namun pada hakikatnya mereka adalah penginjil dan penyebar kesesatan. Mereka ini adalah fitnah terbesar, yang mana mereka telah berhasil menyesatkan ramai orang. Hanya orang-orang yang diselamatkan Allah Subhanahu wa Ta'ala saja yang terhindar dari bahaya mereka para missionaris dan penginjil itu. Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan mereka sebagai batu ujian dan cubaan bagi umat manusia. Namun di balik itu semua ada hikmah yang besar dan bukti yang terang.

Termasuk fitnah yang tersebar pada hari ini adalah ajakan-ajakan kepada aqidah yang sesat. Siapa saja yang meyakini sebuah aqidah sesat, maka aqidah itu akan menjadi kepercayaannya. Ia akan menyeru kepadanya dan mengangkat juru-juru dakwah untuk menyebarkannya. Dan rela mengeluarkan hartanya untuk itu sekalipun aqidah itu batil dan jauh dari kebenaran. Namun syaitan membutatulikan mata hatinya sehingga merasa dirinyalah yang benar dan memandang salah orang-orang yang menyelisihinya.

Lihat saja, setiap ahli bid'ah pasti mengajak orang kepada bid'ahnya. Sebagai contoh kaum Syi'ah Rafidhah, ajaran mereka telah tersebar luas di beberapa negeri Islam. Padahal jika engkau menilik keyakinan mereka, pasti engkau dapati sangat jauh dari kebenaran. Jika engkau membaca buku-buku mereka, pasti engkau akan terhenyak kaget melihat kisah-kisah khurafat dan dusta bertebaran di sana-sini.

Walaupundemikian, mereka bersungguh-sungguh dalam menyebarkan aqidah sesat tersebut. Bukan itu saja, bahkan mereka rela mengeluarkan harta yang berlimpah demi menjerat orang-orang jahil dan bodoh ke dalamnya. Jarang orang yang selamat jika sudah terperangkap jerat aqidah tersebut. Wal 'Iyadzubillah

Syaitan menutup mata mereka sehingga mereka merasa berada di pihak yang benar. Lalu mereka pun berusaha memperdaya orang lain supaya meyakini merekalah golongan yang benar, selain mereka adalah ahli bathil. Ternyata banyak sekali orang-orang jahil dan terbelakang yang terkicuh dengan cara-cara mereka itu. Mereka menampakkan kelembutan, kerendahan hati dan ketawadhu'an namun di balik itu mereka berusaha menyeret orang ke dalam aqidah mereka yang sesat. Fitnah kelompok Syi'ah Rafidhah ini sudah sedemikian besar dan parah, kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semoga kaum muslimin terhindar dari kejahatan dan bahaya mereka.

Selain itu banyak pula kelompok-kelompok menyimpang lainnya. Misalnya kelompok Khawarij yang juga merupakan ancaman serius. Mereka masih tetap bergentayangan di beberapa negeri. Yang membuat api fitnah semakin marak.

Demikian pula kaum sufi, kaum ahli bid'ah yang mentakwil secara bathil sifat-sifat Allah. Mereka juga merupakan pemicu fitnah. Mereka ini menyebar di bersucibagai belahan dunia. Dan masih banyak lagi kelompok-kelompok menyimpang lainnya.

Maka sudah sewajarnya seorang insan berpegang teguh kepada al-Haq dan benar-benar meyakininya. Dan benar-benar bersandar kepada dalil-dalilnya. Serta menjauhkan diri dari juru-juru fitnah dan kesesatan tersebut. Jangan sekali-kali ia mendengar ajakan dan promosi mereka. Sekalipun ia seorang yang berilmu. Sebab keyakinan-keyakinan sesat itu ibarat racun dalam lemak. Kelihatannya enak, menarik minat untuk memakannya namun di balik itu adalah racun mematikan.

Tujuan kami menyebutkan oknum-oknum juru dakwah yang menyesatkan serta bid'ah-bid'ah mereka adalah sebagai peringatan bagi setiap muslim dari bahaya mereka dan bahaya bid'ah yang mereka serukan. Dan supaya kaum muslimin tidak bertumpu kepada mereka. Hendaklah selalu waspada dan berhati-hati terhadap setiap orang yang mengajak kepada kekufuran, syirik, bid'ah dan kesesatan.


Jenis Kedua: Ajakan Kepada Maksiat dan Dosa yang Besar Mahupun Kecil

Oknum-oknum yang mengajak berbuat maksiat dan dosa yang besar mahupun kecil sangat banyak berkepliaran pada zaman sekarang ini, semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak memperbanyak jumlah mereka. Banyak sekali fitnah dan musibah akibat kejahatan mereka. Mereka masuk ke mana-mana, di kalangan kaum Yahudi terdapat penyeru kepada maksiat, demikian pula halnya di kalangan kaum Nasrani, kaum musyrikin, kaum mulhidin kaum komunis, bahkan di kalangan kaum muslimin dan lebih khusus lagi di kalangan Ahlus Sunnah terdapat penyeru kepada maksiat. Demikian pula di kalangan kaum Syi'ah Rafidhah, Mu'tazilah dan kelompok-kelompok bid'ah lainnya, di kalangan mereka terdapat penyeru kepada maksiat.

Penyeru kepada maksiat lebih dominan daripada yang lain. Bencana yang mereka timbulkan juga lebih besar. Tidak ada jalan alternatif lain bagi seorang muslim untuk menyelamatkan dirinya dari bencana tersebut kecuali dengan menyedari bahawa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengharamkan segala perbuatan maksiat. Dan hendaknya ia mengetahui bahawa oknum-oknum yang mengajak bersucibuat maksiat pada hakikatnya mengajak supaya orang lain meniru mereka.

Tidak syak lagi, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjelaskan perkara yang halal dan perkara yang haram. Dan telah menetapkan sanksi dan hukuman atas perbuatan haram dan mengancam pelakunya dengan siksaan yang pedih. Di samping itu Allah Subhanahu wa Ta'ala menganjurkan hamba-Nya berbuat taat dan berpegang teguh dengannya serta selalu mengerjakan amal-amal kebaikan. Dan Dia telah menjanjikan pahala yang besar bagi yang mengamalkannya. Namun meskipun demikian, oknum-oknum yang menggandrungi perbuatan dosa dan maksiat itu tetap ngotot menyebarkannya.

Jika hati bertanya, apa yang mereka inginkan di balik maksiat dan dosa yang mereka sebarkan ke mana-mana? Bukankah mereka mengetahui bahawa Allah telah mengharamkannya? Bukankah mereka juga menyedari bahawa Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengazab orang-orang yang berbuat maksiat? Lalu apa yang mereka inginkan?

Jawabnya: Itulah fitnah dan bala zaman sekarang! Allah Subhanahu wa Ta'ala menguji hamba-hamba-Nya dengan fitnah tersebut. Barangsiapa selamat berarti merekalah orang-orang yang dikehendaki baik oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Barangsiapa binasa, maka merekalah orang-orang yang dikehendaki sesat oleh-Nya. Wal 'Iyadzubillah

Sebagai keterangan tentang fitnah dan bahaya para penyeru kepada maksiat, kami akan menyebutkan beberapa contoh orang-orang yang mengajak berbuat maksiat dan seruan yang mereka teriakkan. Sehingga seorang muslim dapat berjalan dengan penuh kewaspapaian terhadap mereka dan pengaruh mereka. Kami akan menyebutkan beberapa maksiat yang sudah umum dan merata di tengah-tengah umat. Menyinggung sekilas tentang bahayanya dan tidak memerincinya lebih mendalam. Sebab buku kecil ini tidak cukup untuk memuatnya.

Syaitan Dari Kalangan Jin dan ManusiaSyaitan telah meyakini bahawa dirinya telah binasa. Bahawa ia termasuk penduduk Neraka. Dan ia pasti masuk ke dal

Syaitan telah meyakini bahawa dirinya telah binasa. Bahawa ia termasuk penduduk Neraka. Dan ia pasti masuk ke dalamnya tanpa dapat menghindar sama sekali. Oleh kerana itu ia berusaha menyesatkan bani Adam agar mereka boleh masuk bersama-sama ke dalam Neraka. Bahkan syaitan bersumpah untuk melakukan tekadnya itu. Allah Ta'ala berfirman:

“Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (Shad: 82-83)

Allah juga mengabarkan bahawa di kalangan manusia juga ada yang berperanan sebagai syaitan. Allah Ta'ala berfirman:

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, iaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin.” (Al-An'am: 112)

Cubalah perhatikan, Allah Ta'ala mendahulukan penyebutan syaitan dari jenis manusia sebelum penyebutan syaitan dari jenis jin! Sebab syaitan jenis manusia itulah yang mengajak kepada apa yang diserukan oleh syaitan jenis jin. Mereka mengajak kepada kekufuran, bid'ah dan maksiat, yang mana hal itu merupakan seruan syaitan. Alim ulama menjelaskan bahawa syaitan senantiasa mengajak manusia kepada perbuatan dosa, mulai dari dosa yang paling besar sampai dosa yang kecil. Ibnul Qayyim menyebutkan dalam kitab Al-Bada'iul Fawaaid di akhir juz kedua sebagai berikut: "Sesungguhnya syaitan mengajak manusia kepada enam perkara. Ia baru melangkah kepada perkara kedua bila perkara pertama tidak berhasil dilakukannya.

Mengajaknya berbuat syirik dan kekufuran. Jika hal ini berhasil dilakukannya berarti syaitan telah menang dan tidak sibuk lagi dengannya.

Jika tidak berhasil, syaitan akan mengajaknya berbuat bid'ah. Jika sudah terjerumus ke dalamnya, maka syaitan akan membuat bid'ah itu indah di matanya hingga dia rela dan syaitan pun membuatnya puas dengan bid'ah itu.

Jika tidak berhasil juga, syaitan akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa besar.

Jika tidak berhasil, syaitan akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa kecil.

Jika ternyata tidak berhasil juga, syaitan akan menyibukkannya dengan perkara-perkara mubah hingga ia lupa beribadah.

Jika tidak mempan juga, syaitan akan membuainya dengan perkara-perkara kurang penting hingga ia abaikan perkara-perkara terpenting.

Jika gagal juga, maka syaitan akan melakukan tipu daya terakhir, jarang orang yang selamat darinya hingga para nabi dan rasul sekalipun. Iaitu mengerahkan bala tenteranya dari jenis manusia untuk menyerang orang-orang yang berpegang teguh dengan agamanya.

Oleh sebab itu kita temui syaitan-syaitan jenis manusia ada juga yang menyeru kepada kekufuran, syirik, mengajak orang berbuat dosa, baik dosa besar mahupun dosa kecil. Jika tidak mampu, mereka akan membuat orang lalai dengan perkara-perkara mubah. Jika masih juga gagal, maka mereka memalingkan orang dari amal yang terpenting kepada amal yang kurang penting. Jika ternyata gagal, maka tidak ada jalan lain kecuali mengganggu dengan lisan, dengan tangan atau dengan gangguan model apa saja!

Maka seorang insan seharusnya tetap waspada dan menjauhkan diri dari syaitan-syaitan baik dari jenis jin mahupun manusia.

Malapetaka Akhir Zaman...

Fitnah adalah cubaan dan ujian. Dosa syirik disebut fitnah dan kekufuran juga disebut fitnah. Allah berfirman dalam kitab-Nya:

“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi.” (Al-Baqarah: 193)

Iaitu sehingga tidak ada lagi syirik dan kekufuran. Dalam ayat lain Allah berfirman:

“Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya mereka mengerjakannya.” (Al-Ahzab: 14)

Namun istilah fitnah lebih banyak diucapkan untuk sesuatu berupa bala dan cubaan yang kerap kali memperdaya dan menyimpangkan ramai orang dari jalan yang lurus. Sementara mereka tidak mampu mengatasinya, akhirnya mereka larut bersama bala dan cubaan tersebut. Itulah cubaan dan bala yang menyesatkan yang sangat dikhuwatirkan Rasulullah s.a.w. atas umatnya. Dalam sebuah hadits shahih beliau bersabda:

"Menjelang hari Kiamat nanti akan terjadi fitnah-fitnah seperti potongan malam kelam. Pada saat itu seseorang beriman pada pagi hari dan menjadi kafir pada malam harinya, beriman pada malam hari dan menjadi kafir pada pagi harinya. Ia menjual agamanya dengan material dunia." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Maknanya apabila fitnah tersebut telah menimpa seseorang, ia akan terpedaya dan selanjutnya sesat serta menyimpang dari kebenaran dan petunjuk, ia menjual agamanya dengan material dunia! Fitnah-fitnah seperti ini telah banyak kita saksikan pada hari ini. Oleh kerana itu yang dapat bertahan dan sabar dalam menghadapinya hanyalah orang-orang yang diteguhkan Allah dan diberi-Nya kurnia ilmu dan pengetahuan.

27 February 2011

Malam Pertama Di Syurga 2

B Syurga Menurut Pelbagai Agama

Syurga ( Heaven dlm Omputih dan Jannah dlm Bahas Arab) merupakan satu konsep hidup selepas mati dalam banyak agama dan falsafah kerohanian. Mereka percaya tentang syurga umumnya berpendapat bahawa syurga atau negaka adalah destinasi bagi kebanyakan atau semua manusia selepas kematian.

Berbagai-bagai agama telah memerihalkan syurga sbg tempat yang diduduki oleh Malaikat, syaitan, dewa-dewi atau pahlawan (Khususnya dlm Zoroastrianisme Parsi dan kemusiannya Motlogi Yunani.) Syurga umumnya ditafsirkan sbg tempat kebehagiaan abadi.

Dalam agama Yunani Kuno, kepercayaan kepada syurga dan kehidupan selepas mati dikaitkan dengan Sheol ( Disebut dlama Isaiah 38: Psal ms 6:5 dan Job 7:7-10). Sesetengah cendikiawan menegaskan bahawa Sheol merupakan konsep yang lebih awal , tetapi teori itu tidak diterima sejagat. Farisi, salah satu mazahab Yahudi yang dikemudian mempercayai tentang kebangkitan semula , tetapi mazahab ini dietantang oleh Mazahab Sadducess yang menolak doktrin kebangkitan semula. (Matt 22:23)

Dalam kebanyakan agama Kristian, Syurga adalah kepulangan kepda keadaan manusia sebelum kejatuhan dan msrupan Syurga Aden kedua yang baru, dengan manusia disatukan dengan Tuhan dalam kewujudan semulajadi dan sempurna yang abadi. Penganut Kristian percaya bahawa penyatuan semula ini dibolehkan melalui usaha penyelamatan Jesus Christ yang mati di atas salib untuk menebus dosa manusia.

Syurga dalam Pandangan Islam
Menurtu Agama Islam, Syurga adalah tempat anugerah pada manusia yang telah berbuat baik dan menhikut perintah Allag swt dan mereka diletak dikebun luas dimana mereka semua hidup dalam kesenangan dan kemewahan. ".. dan berangsiapa taat kepada Allah dan rasul Nya, niscaya Allah memasukkan nya ke dalam Syurga yang mengalir dlamanya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan sutulah kemenangan yang besar , "



C Indahnya Syurga

Sungai-sungai dalam syurga :-
Sungai-sungai dalam syurga adalah sesuatu yang pasti, ia terus mengalir dan tidak pernah berhenti , terletak dibawah Ghuraf (Mahligai), istana2, dan taman-taman penghuni syurga. Sungai2 tersebut berupa sungai madu, sungai khamar tang tidak memanukkan, sungai susu dan sungai air yg jernih yang tidak pernah berubah rasa. Sungai-sungai syurga memabcar menuju ke semua tingkat-tingkat syugra seperti dlm hadis bermaksud : Sesungguhnya Firdaus irulah temapt terbaik dan tertinggi darjatnya. Diatas Firdaus terdapat 'Arsy Allah swt dan dari situ mengalir sungai-sungai syurga" Hr Bukhari.Mata air Syurga adalah bernama Salsabila, yang akan diberiakn kepada orang -orang yang mendekatkan diri kepada Allah (muqarabbin), sedang para abrar (orang yang bebuat baik), maka Allah meneri mereka air dan diberi campuran kafur (air dingin yang baunya wangi) dan Zanzila (Air halia yang segar dan wangi)."Sesungguhnya orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas berisi minuman yang campurannya kafur, iaitu mata air (dlm syurga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirnya dengan sebiak-baiknya"

Mahliga Istana Syurga:
Mahligai Istana Syurga terbuat dari emas dan mutiaras terbaik yang disediakan bagi hamba-hambanya yang beriman, Sabda Rasullullah yg bermaksud : " Sesungguhnya orang beriman disediakan di Syurga istana dari Mutiara yang berongga. Panjangnya adalah 60 mil. Didalamnya terdapat pelayan-pelayan.

Bangunan Syurga :
Bangunan tersebut dari batu bata emas dan perak adukannya swangi kasturi yang sangat harum, batunya terbuat dari mutiara lu'lu dan yaquth dan tanahnya terbuat dari Za' faran, seperti tepung putih yang bebau kasturi. Di antara bentuk bangunan adalah bentuk kubah indah yang terbuat dari mutiara.Rasulullah menjanjikan , barangsiapa yang solat sunat 12 rakaat sehari semalam, maka Allah akan membangunkan sebuah rumah di syurga untuknya.

Pintu-pintu Syurga:

sambung nanti k








26 February 2011

Malam Pertama Di Syurga 1


2 Kampung Halaman Di akhirat


Gambar Hiasan

Kehidupan ini sama seperti asap yang sebentar sahaja kelihatan lalu ia akan lenyap. Sesungguhnya manusia seperti nafas sahaja semuanya akan sia-sia mengikut En Adil dalam Malam Pertama di Syurga. Ramai yang berharap hanya untuk kehidupan du dunia ini, dan mereka mengaggap inilah kampung halaman yang sebenar. Setiap hari manusia sibuk melakukan urusan dunia seperti kerja, bersama kelaurag, buka facebook dan borak dengan rakan-rakan.. Kemana masa kita semua pergi adalah lebih kepada kehidupan di dunia. Mereka lupa bahawa saat akan tiba apabila segalanya berakhir dan kita semua kembali kepada "Kampung Halaman" yang hakiki iaitu syurga dan melalui neraka.. Bagi ummat islam, mereka akan dipertanggugjawab atas kelakuan buruk semasa didunia dan dicampakkan kedalam neraga sebelum di masukkan kembali ke syurga. Namun bagi penganut agama lain, mereka akan kekal di Neraka Allah swt.

Kehidupan juga penuh dengan penderitaan dan air mata. Ermmm pada pandangan saya laaa... setiap manusia akan mengalami masalah, keadaan ini adalah normal bagi manusia normal. Lain lah kalau dengan pesakit mental yang selalu senyum dan bahagia dengan dunia mereka. Walaubagaimanapun, Allah memberi petunjuk, ajaran dan jalan untuk mengendalikan diri kerana kehidupan sebenar2 adalah bukan di dunia yang sementara ini tetapi di Syurga Kelak. Smoga cikgu chah dan anak murid semua menjadi penghuni Syurga firdausii... Insyaallah...

Jadi.. berwaspadalah supaya jangan mengahanyutkan diri dalam dosa dan kesenangan dunia yang sementara. Ermmm hati-hatilah wahaii rakan semua, dalam hidup ni walau kita cuba menjadi baik n berkelakuan baik... Cubaan dan Dugaan Allah swt selalu menyusli kita. Sedarlah, mengahrungi cubaan dan kesakitan dengan tabah sabar adalah kunci yang melayakkan kita masuk syurga dan diikuti dengan takwa serta taubat nasuha sekiranya pernah melakukan dosa besar dan kecil... Sahabatku... Allah swt telah membei jalan dan panduan untuk kita kembali ke syurga, cuma sekarang kita berada di titian dunia yang penuh liku dan sementara ini untuk melayakkan kita semua kembali ke "Kampung Halaman" di Syurga dan Menemui pencipta sikit masa lagi... Ikuti ajaran dan jalan Allah agar kita hidup selalu dalam rahmatnya dan selamanya iaitu di perkampungan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi.. Masyaallahh besarnya kuasa Tuhan yang maha AGONG..

Diakhirat, ada 2 temat tujuan roh manusia iaitu syurga da neraka. Setiap roh akan dihitung dan ditentukan masuk salah satu antara tempat itu. Maka mana yang kita pilih??? tepuk dada tanya selera wahai temankuu...dan saya percaya jikalau ditanya, tiada siapa yang mahu ke neraka.. Sekarang ini kita sedang berjalan ke destinasi yang kita sendiri pilih syurga atau nereka. Allah menyediakan 2 jalan untuk dipilih. Terpulanglah kepada kita untuk memilih sama ada jalan ke syurga atau ke neraka.

Namun begitu, Allah telah menjelaskan kepada kita dalam Al-Quran tentang nikmat kehidupan dan pengalaman manis di syurga. Begitu juga telah dijelaskan betapa azabnya kehidupan dan pengalaman ngeri di neraka. Nabi SAW telah menguatkan lagi melalui hadis-hadisnya yang masih segar dibaca dan didengar hingga hari ini. Ingatlah tanda2 kiamat adalah Tuhan akan mengambil nyawa ahli agama, ahli Ilmuan ISLAM.. maka tinggallah mereka yang jahil dalam kesesatan... Apa yang pasti tanda2 kiamat besar sudah dekat skrg seperti berdirinya bagunan pencakar langit, ummat islam memberi salam kepada kenalan mereka sahaja dan pelbagai lagi..

Sebagai makhluk yang diberikan kesempurnaan akal fikiran.. makhluk Allah yang peling smpurna kejadiannya di lengkapi dengan akal fikiran berbanding tumbuhan haiwan dan jin, kita semua boleh fikir sebab dan akibat daripada setiap tindakan yang kita lakukan setiap hari. Setiap sesuatu ada sebab dan musababnya. Allah memasukkan seseorang ke syurga kerana dalam kehidupannya di dunia ini, dia memilih jalan ke syurga. Begitu juga sebaliknya, terpulang kepada kita hendak mengikut jalan ke syurga atau neraka.


1. Syurga
Inilah tempat yang paling indah, walaupun cikgu tak pernah pergi, tak pernah mimpikan tempat ini selama hayat cikgu.. Namun tuhan memang "baik hati sebab" memberikan kita semua klu tentang syurga dalam kita agong kita iaitu Al-Quran. Dalam Quran dinyatakan Syurag adalah tempat "bersara" yang paling indah di mana taman-taman yang indah dapat dinikmati dan adan kesabaran, kehormatan dan salam. Disini mereka yang dusucikan dari dosa akan hidup bersenang-lenang sambil memuji Allah swt yang menghapus kedukaan mereka bt selamanya.Wahai rakan dan pelajarku sekalian.. Ingatlahh fikiran kita ridak mempu membayangkan bagaiman indahnya Syurga itu. Orang yang menurut ajaran Allah dan mengikut jalan yang ditunjukkan akan berada di tempat ini. Orang yang sudah berada di dalamnya ..maka akan kekal selamanya disana.

Gambar Hiasan

2. Neraka
Ini pula tempat siksaan yang mengerikan dantempat kesedihan serta pembalasan diatasdosa dan kelakuan jahat yang manusia lakukan. Tempat penyesalan dan kesedihan bagi golongan melakukan kejahatan, kejahilan di Dunia. Mereka yang dicampakkan ke dalam Neraka akan berada dalam pakaian , tempat tidur dan selimuti dengan api... Masyaallah, mohon dijauhkan keluargaku, kenalan ku dan generasiku dari tempat ini.. Amin.. Dimana-manapun penuh api, asap hitam, dan kegelapan. Mata menjadi buta, telingan mengadi tuli, dan mulut menjadi bisu. Mereka yang berada di sini mengalami keperitan yang tidak terperi dan tiada henti azabnya. Mereka disiksa hingga mati hidup kembali dan tiada kesudahan.

BALASAN ALLAH SWT
sedutan dari Blog http://miszsnowgurlz.blogspot.com/2010/11/balasannya.html


Selama hampir sembilan tahun menetap di Mekah dan membantu ayah saya menguruskan jemaah haji dan umrah, saya telah melalui pelbagai pengalaman menarik dan pelik. Bagaimanapun, dalam banyak-banyak peristiwa itu, ada satu kejadian yang pasti tidak akan saya lupakan sampai bila-bila.
Ianya berlaku kepada seorang wanita yang berusia di pertengahan 30-an.Kejadian itu berlaku pada pertengahan 1980-an semasa saya menguruskan satu rombongan haji. Ketika itu umur saya 20 tahun dan masih menuntut di Universiti Al-Azhar, Kaherah. Kebetulan ketika itu saya balik ke Mekah sekejap untuk menghabiskan cuti semester.Saya menetap di Mekah mulai 1981 selepas menamatkan pengajian di Sekolah Agama Gunung Semanggol, Perak. Keluarga saya memang semuanya di Mekah, cuma saya seorang saja tinggaldengan nenek saya di Perak. Walaupun masih muda, saya ditugaskan oleh bapa saya, Haji Nasron untuk menguruskan jemaah haji dan umrah memandangkan saya adalah anak sulung dalam keluarga..

Berbalik kepada cerita tadi, ketibaan wa nita tersebut dan rombongan haji di Lapangan Terbang Jeddah kami sambut dengan sebuah bas. Semuanya nampak riang sebab itulah kali pertama mereka mengerjakan haji.Sebaik sampai, saya membawa mereka menaiki bas dan dari situ, kami menuju ke Madinah. Alhamdulillah, segalan ya berjalan lancar hinggalah kami sampai di Madinah. Tiba di Madinah, semua orang turun dari bas berkenaan. Turunlah mereka seorang demi seorang sehingga tiba kepada giliran wanita terbabit..Tapi tanpa apa-apa sebab, sebaik sahaja kakinya mencecahkan bumi Madinah, tiba-tiba wanita itu tumbang tidak sedarkan diri. Sebagai orang yang dipertanggungjawabkan mengurus jemaah itu, saya pun bergegas menuju ke arah wanita berkenaan. "Kakak ni sakit," kata saya pada jemaah-jemaah yang lain. Suasana yang tadinya tenang serta merta bertukar menjadi cemas.Semua jemaah nampak panik dengan apa yang sedang berlaku."Badan dia panas dan menggigil. Kakak ni tak sedarkan diri, cepat tolong saya...kita bawa dia kehospital," kata saya.Tanpa membuang masa, kami mengangkat wanita tersebut dan membawanya ke hospital Madinah yang terletak tidak jauh dari situ. Sementara itu, jemaah yang lain dihantar ke tempat penginapan masing-masing.Sampai di hospital Madinah, wanita itu masih belum sedarkan diri. Berbagai-bagai usaha dilakukan oleh doktor untuk memulihkannya, namun semuanya gagal. Sehinggalah ke petang,wanita itu masih lagi koma. Sementara itu, tugas mengendalikan jemaah perlu saya teruskan. Saya terpaksa meninggalkan wanita tersebut terlantar di hospital berkenaan. Namun dalam kesibukan menguruskan jemaah, saya menghubungi hospital Madinah untuk mengetahui perkembangan wanita tersebut.Bagaimanapun, saya diberitahu dia masih tidak sedarkan diri. Selepas dua hari, wanita itu masih juga tidak sedarkan diri. Saya makin cemas, maklumlah, itu adalah pengalaman pertama saya berhadapan dengan situasi seperti itu. Memandangkan usaha untuk memulihkannya semuanya gagal, maka wanita itu dihantar ke Hospital Abdul Aziz Jeddah untuk mendapatkan rawatan lanjut sebab pada masa itu hospital di Jeddah lebih lengkap kemudahannya berbanding hospital madinah. Namun usaha untuk memulihkannya masih tidak berhasil.Jadual haji mesti diteruskan. Kami bertolak pula ke Mekah untuk mengerjakan ibadat haji. Selesai haji, sekali lagi saya pergi ke Jeddah. Malangnya, bila sampai di Hospital King Abdul Aziz, saya diberitahu oleh doktor bahawa wanita tersebut masih koma. Bagaimanapun, kata doktor, keadaannya stabil. Melihat keadaannya itu, saya ambil keputusan untuk menunggunya di hospital.Selepas dua hari menunggu, akhirnya wa nita itu membuka matanya. Dari sudut matanya yang terbuka sedikit itu, dia memandang ke arah saya. Tapi sebaik saja terpandang wajah saya, wanita tersebut terus memeluk saya dengan erat sambil menangis teresak- esak. Sudah tentu saya terkejut sebab saya ni bukan muhrimnya. Tambahan pula kenapa saja dia tiba-tiba menangis??Saya bertanya kepada wanita tersebut, "Kenapa kakak menangis?" "Mazlan... kakak taubat dahLan. Kakak menyesal, kakak takkan buat lagi benda-benda yang tak baik. Kakak bertaubat, betul-betul taubat."
Kenapa pulak ni kak tiba-tiba saja nak bertaubat?" tanya saya masih terpinga-pinga. Wanita itu terus menangis teresak-esak tanpa menjawab pertanyaan saya itu. Seketika kemudian dia bersuara, menceritakan kepada saya mengapa dia berkelakuan demikian, cerita yang bagi saya perlu diambil iktibar oleh kita semua. Katanya, "Mazlan, kakak ni sudah berumahtangga, kahwin dengan lelaki orang putih. Tapi kakak silap. Kakak ini cuma Islam pada nama dan keturunan saja. Ibadat satu apa pun kakak tak buat. Kakak tak sembahyang, tak puasa, semua amalan ibadat kakak dan suami kakak tak buat.Rumah kakak penuh dengan botol arak. Suami kakak tu kakak sepak terajang, kakak pukul-pukul saja," katanya tersedu-sedan.
"Habis yang kakak pergi haji ini?"
"Yalah...kakak tengok orang lain pergi haji, kakak pun teringin juga nak pergi."
"Jadi apa sebab yang kakak menangis sampai macam ni sekali. Ada sesuatu ke yang kakak alami semasa sakit?" tanya saya lagi.
Dengan suara tersekat-sekat, wanita itu menceritakan, "Mazlan...Allah itu Maha Besar, MahaAgung, Maha Kaya. Semasa koma tu, kakak telah diazab dengan seksaan yang benar-benar pedih atas segala kesilapan yang telah kakak buat selama ini.
"Betul ke kak?" tanya saya, terkejut.
"Betul Mazlan. Semasa koma itu kakak telah ditunjukkan oleh Allah tentang balasan yang Allah beri kepada kakak. Balasan azab Lan, bukan balasan syurga. Kakak rasa seperti diazab di neraka. Kakak ni seumur hidup tak pernah pakai tudung. Sebagai balasan, rambut kakak ditarik dengan bara api. Sakitnya tak boleh nak kakak ceritakan macam mana pedihnya. Menjerit-jerit kakak minta ampun minta maaf kepada Allah."
"Bukan itu saja, buah dada kakak pula diikat dan disepit dengan penyepit yang dibuat daripada bara api, kemudian ditarik ke sana-sini... putus, jatuh ke dalam api neraka. Buah dada kakak rentung terbakar, panasnya bukan main. Kakak menjerit, menangis kesakitan.. Kakak masukkan tangan ke dalam api itu dan kakak ambil buah dada tu balik." tanpa mempedulikan pesakit lain dan jururawat memerhatikannya wanita itu terus bercerita.menurutnya lagi, setiap hari dia diseksa, tanpa henti, 24 jam sehari. Dia tidak diberi peluang langsung untuk berehat atau dilepaskan daripada hukuman sepanjang masa koma itu dilaluinya dengan azab yang amat pedih.Dengan suara tersekat-sekat, dengan air mata yang makin banyak bercucuran, wanita itu meneruskan ceritanya, "Hari-hari kakak diseksa. Bila rambut kakak ditarik dengan bara api, sakitnya terasa seperti nak tercabut kulit kepala.. Panasnya pula menyebabkan otak kakak terasa seperti menggelegak. Azab itu cukup pedih...pedih yang amat sangat...tak boleh nak diceritakan. "sambil bercerita, wanita itu terus meraung, menangis teresak-esak. Nyata dia betul-betul menyesal dengan kesilapannya dahulu.Saya pula terpegun, kaget dan menggigil mendengar ceritanya. Begitu sekali balasan Allah kepada umatnya yang ingkar. "Mazlan...kakak ni nama saja Islam, tapi kakak minum arak, kakak main judidan segala macam dosa besar.Kerana kakak suka makan dan minum apa yang diharamkan Allah, semasa tidak sedarkan diri itu kakak telah diberi makan buah-buahan yang berduri tajam. Tak ada isi pada buah itu melainkan duri-duri saja. tapi kakak perlu makan buah-buah itu sebab kakak betul-betul lapar. "Bila ditelan saja buah-buah itu, duri-durinya menikam kerongkong kakak dan bila sampai ke perut, ia menikam pula perut kakak.Sedangkan jari yang tercucuk jarum pun terasa sakitnya, inikan pula duri-duri besar menyucuk kerongkong dan perut kita. Habis saja buah-buah itu kakak makan, kakak diberi pula makan bara-bara api. Bila kakak masukkan saja bara api itu ke dalam mulut, seluruh badan kakak rasa seperti terbakar hangus.Panasnya cuma Allah saja yang tahu. Api yang ada di dunia ini tidak akan sama dengan kepanasannya. Selepas habis bara api, kakak minta minuman, tapi...kakak dihidangkan pula dengan minuman yang dibuat dari nanah. Baunya cukup busuk. Tapi kakak terpaksa minum sebab kakak sangat dahaga.Semua terpaksa kakak lalui...azabnya tak pernah rasa, tak pernah kakak alami sepanjang kakak hidup di dunia ini."
Saya terus mendengar cerita wanita itu dengan tekun.. Terasa sungguh kebesaran Allah. "Masa di azab itu, kakak merayu mohon kepada Allah supaya berilah kakak nyawa sekali lagi, berilah kakak peluang untuk hidup sekali lagi. Tak berhenti-henti kakak memohon. Kakak kata kakak akan buktikan bahawa kakak tak akan ulangi lagi kesilapan dahulu. Kakak berjanji tak akan ingkar perintah allah akan jadi umat yg soleh. Kakak berjanji kalau kakak dihidupkan semula, kakak akan tampung segala kekurangan dan kesilapan kakak dahulu, kakak akan mengaji,akan sembahyang, akan puasa yang selama ini kakak tinggalkan.. "
Saya termenung mendengar cerita wanita itu. Benarlah, Allah itu Maha Agung dan Maha Berkuasa.. Kita manusia ini tak akan terlepas daripada balasannya. Kalau baik amalan kita maka baiklah balasan yang akan kita terima, kalau buruk amalan kita, maka azablah kita di akhirat kelak. Alhamdulillah, wanita itu telah menyaksikan sendiri kebenaran Allah..
"Ini bukan mimpi Mazlan. Kalau mimpi azabnya takkan sampai pedih macam tu sekali. Kakak bertaubat Mazlan, kakak tak akan ulangi lagi kesilapan kakak dahulu. Kakak bertaubat... kakak taubat nasuha," katanya sambil menangis-nangis.
Sejak itu wanita berkenaan benar-benar berubah. Bila saya membawanya ke Mekah, dia menjadi jemaah yang paling warak. Amal ibadahnya tak henti-henti. Contohnya, kalau wanita itu pergi ke masjid pada waktu maghrib, dia cuma akan balik ke biliknya semula selepas sembahyang subuh.
"Kakak...yang kakak sembahyang teruk-teruk ni kenapa. Kakak kena jaga juga kesihatan diri kakak. Lepas sembahyang Isyak tu kakak baliklah, makan nasi ke, berehat ke..." tegur saya.
"Tak apalah Mazlan. Kakak ada bawa buah kurma. Bolehlah kakak makan semasa kakak lapar." menurut wa nita itu, sepanjang berada di dalam Masjidil Haram, dia mengqadakan semula sembahyang yang ditinggalkannya dahulu.Selain itu dia berdoa, mohon kepada Allah supaya mengampunkan dosanya. Saya kasihan melihatkan keadaan wanita itu, takut kerana ibadah dan tekanan perasaan yang keterlaluan dia akan jatuh sakit pula. Jadi saya menasihatkan supaya tidak beribadat keterlaluan hingga mengabaikan kesihatannya.
"Tak boleh Mazlan.. Kakak takut...kakak dah merasai pedihnya azab tuhan. Mazlan tak rasa, Mazlan tak tau. Kalau Mazlan dah merasai azab itu, Mazlan juga akan jadi macam kakak.Kakak betul- betul bertaubat."
Wanita itu juga berpesan kepada saya, katanya, "Mazlan, kalau ada perempuan Islam yang tak pakai tudung, Mazlan ingatkanlah pada mereka, pakailah tudung. Cukuplah kakak seorang saja yang merasai seksaan itu, kakak tak mau wanita lain pula jadi macam kakak. Semasa diazab, kakak tengok undang-undang yang Allah beri ialah setiap sehelai rambut wanita Islam yang sengaja diperlihatkan kepada orang lelaki yang bukan muhrimnya, maka dia diberikan satu dosa. Kalau 10 orang lelaki bukan muhrim tengok sehelai rambut kakak ini, bermakna kakak mendapat 10 dosa."
"Tapi Mazlan, rambut kakak ini banyak jumlahnya, beribu-ribu. Kalau seorang tengok rambut kakak, ini bermakna beribu-ribu dosa yang kakak dapat. Kalau 10 orang tengok, macam mana? Kalau 100 orang tengok? Itu sehari, kalau hari-hari kita tak pakai tudung macam kakak ni??? Allah..."
"Kakak berazam , balik saja dari haji ini, kakak akan minta tolong dari ustaz supaya ajar suami akak sembahyang, puasa, mengaji, buat ibadat. Kakak nak ajak suami pergi haji. Seperti mana kakak, suami kakak tu Islam pada nama saja. Tapi itu semua kesilapan kakak. Kakak sudah bawa dia masuk Islam, tapi kakak tak bimbing dia. Bukan itu saja, kakak pula yang jadi seperti orang bukan Islam."
Sejak balik dari haji itu, saya tak dengar lagi apa-apa cerita tentang wanita tersebut. Bagaimanapun, saya percaya dia sudah menjadi wanita yang benar-benar solehah. Adakah dia berbohong kepada saya tentang ceritanya diazab semasa koma? Tidak. Saya percaya dia bercakap benar. Jika dia berbohong, kenapa dia berubah dan bertaubat nasuha?
Satu lagi, cubalah bandingkan azab yang diterimanya itu dengan azab yang digambarkan oleh Allah dan Nabi dalam Al-Quran dan hadis. Adakah ia bercanggah? Benar, apa yang berlaku itu memang kita tidak dapat membuktikannya secara saintifik, tapi bukankah soal dosa dan pahala,syurga dan neraka itu perkara ghaib? Janganlah bila kita sudah meninggal dunia, bila kita sudah diazab barulah kita mahu percaya bahawa "Oh... memang betul apa yang Allah dan Rasul katakan. Aku menyesal.... . " itu dah terlambat.
REBUTLAH 5 PELUANG INI SEBELUM TIBA 5 RINTANGAN
WAKTU KAYA SEBELUM MISKIN, WAKTU SENANG SEBELUM SIBUK, WAKTU SIHAT SEBELUM SAKIT, WAKTU MUDA SEBELUM TUA DAN WAKTU HIDUP SEBELUM MATI
" SAMPAIKANLAH PESANKU BIARPUN SATU AYAT...."

24 February 2011

Skim Lencana Anti Dadah SMK Ayer Lanas Tahun 2011

logo SLAD

Pengenalan
Skim Lencana Anti Dadah adalah satu usaha terancang untuk melibatkan ahli-ahli persatuan berpakaian seragam sekolah menengah dalam aktiviti anti dadah di sekolah dan akhirnya di masyarakat luar.


Visi
Sistem Pengurusan Skim Lencana Anti Dadah yang sistematik dan berkesan.

Misi
Membentuk dan melahirkan iansan yang seimbang dari aspek jasmani, emosi,rohani, inteleks dan boleh menjadi diri dan rakan-rakan dari dadah berdasarkan falsafah Skim Lencana Anti Dadah.


Objektif
§ Mempunyai pengetahuan dan kemahiran menyampaikan mesej anti dadah.
§ Dapat memainkan peranan sebagai orang yang berpengaruh dalam menyampaikan mesej anti dadah kepada rakan sebaya, ahli keluarga dan sahabat handai.
§ Menolong rakan sebaya yang mempunyai risiko tinggi, supaya berhubung dengan Guru Bimbingan dan Kaunseling.
§ Memberi khimat sukalera dalam aktiviti anti dadah apabila tamat persekolahan.

Falsafah
“ JADILAH SEBAHAGIAN DARI PENYELESAI KEPADA MASALAH,BUKAN MENJADI MASALAH”

Matlamat
Skim Lencana ini adalah untuk membolehkan pelajar-pelajar yang menyertai:
§ Mempunyai pengetahuan dan kemahiran dalam menyampaikan mesej anti dadah
§ Dapat memainkan peranan sebagai orang berpengaruh (influeneers) dalam menyampaikan mesej anti dadah di kalangan rakan sebaya, ahli keluarga dan masyarakat.
§ Dapat menghayati aktiviti pencegahan dadah melalui amali anti dadah.
§ Menolong rakan-rakan sebaya yang mempunyai “ risiko tinggi ”supaya berhubung dengan guru bimbingan dan menjadi kaunselor rakan sebaya.
§ Berkhidmat secara sukarela dalam aktiviti anti dadah apabila tamat persekolahan/ pengajian.
§ Mata dan telinga.
SENARAI TUGAS GURU SLAD
1. Menyelaras, merancang , melaksana dan menilai aktiviti Skim Lencana Anti dadah (SLAD) di sekolah
2Memilih seramai 30-40 orang pelajar tingkatan 1, 2 dan 4 daripada unit beruniform sebagai ahli SLAD
3Melaksanakan kurikulum SLAD dengan berpandukan buku log yang dibekalkan pihak Kementerian Pelajaran Malaysia
3.1 Teori dan Amali
3.2 Perkhemahan Skim Lencana Anti Dadah (SLAD)
3.3 Aktiviti carnival Seni Pendidikan Pencegahan Dadah
4Mengedarkan buku-buku log SLAD kepada ahli dan menyelaraskan aktiviti SLAD untuk tempok satu hingga dua tahun.
5Menyemak serta menilai buku log dan buku skrap ahli SLAD
menyelaras dan menguirus ujian SLAD
5Mengurus penganugerahan sijil dan lencana kepada ahli SLAD yang layak
7Menebatu setiausaha Pendidikan Pencegahan Dadah (PPDa) dalam melaksanakan aktiviti PPDa di peringkata sekolah
8Berkerjasama dengan semua unit di sekolah dalam melaksanakan program SLAD di sekolah
9penyertaan program/ aktiviti SLAD anjuran PPD, JPN dan KPM
10Menjalankan tugas-tugas yang diarahkan oleh pengetua dari masa ke semasa.

KONSEP SLAD
Skim Lencana Anti Dadah adalah merupakan satu langkah jangka panjang untuk memupuk semangat dan sikap bencikan dadah di kalangan penuntut-penuntut sekolah. Skim ini adalah merupakan satu usaha pendidikan pencegahan awal untuk mencegah penularan masalah dadah di kalangan pelajar-pelajar. Walaupun adalah pelajar sekolah yang terlibat dalam perbuatan menyalahgunakan dadah, tetapi penglibatan mereka masih dapat dikawal dan kebanyakan hanya pada peringkat mencuba-cuba dadah sahaja. Oleh itu program ini adalah satu program yang cuba menyekat dan akhirnya menghapuskan perbuatan menyalahgunakan dadah di kalangan pelajar-pelajar. Segala penerangan yang diberikan kepada peserta skim ini adalah untuk menerangkan secara menyeluruh ancaman dan bahaya penggunaan dadah untuk mewujudkan persefahaman yang tinggi di kalangan penuntut-penuntut sekolah terhadap masalah dadah di Malaysia.Skim ini adalah menggunakan pengaruh teman sebaya (peer group influence) untuk menyampaikan mesej anti dadah dan melibatkan murid-murid yang menganggotai Pasukan Pakaian Seragam di sekolah masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh menerusi penyertaan dalam skim ini akan membolehkan mereka untuk memainkan peranan yang lebih berkesan dalam mencegah penggunaan dadah di kalangan rakan-rakan sekolah, teman-teman sebaya, keluarga, sahabat-handai dan sesiapa sahaja yang ada kaitan dengan mereka. Penuntut yang menyertai skim ini akan dapat berinteraksi secara berkesan dengan pelajar-pelajar yang bermasalah, misalnya dapat memujuk atau meyakinkan pelajar yang bermasalah itu berjumpa dengan guru bimbingan atau sesiapa sahaja yang difikirkan dapat membantu menyelesaikan masalah pelajar berkenaan.Selain itu, anggota pasukan seragam yang telah menerima Lencana atau Sijil Anti Dadah ini boleh terus berkhidmat kepada masyarakat selepas tamat tempoh persekolahan; umpamanya sebagai ahli panel penceramah, kaunselor dalam program seliaan lanjutan bekas penagih atau sebagai sukarelawan dalam aspek tindakan anti dadah yang lain.Aktiviti dalam program Skim Lencana Anti Dadah ini adalah merupakan satu daripada pelbagai aktiviti pasukan pakaian seragam berkenaan. Untuk menimbulkan rasa penglibatan bersungguh-sungguh dalam Program Skim Lencana itu, anggota-anggota Pasukan Pakaian Seragam yang menyertai skim ini dikehendaki lulus dalam ujian-ujian dan melakukan kerja-kerja praktikal, barulah dianugerahkan Lencana Anti Dadah. Lencana Anti Dadah ini adalah merupakan penghargaan kepada penglibatan pelajar-pelajar itu dalam aktiviti anti dadah. Mereka boleh memakai lencana itu sebagai satu daripada lencana-lencana kemahiran.